• Breaking News

    Industri 4.0 di Depan Mata, Jangan Ketinggalan

    SAAT ini dunia menyambut datangnya industri 4.0. Industri 4.0 adalah sebuah revolusi dari analog menjadi digital. Revolusi tersebut membuat generasi milenial yang lahir dan tumbuh seiring dengan perkembangan teknologi lekat dengan dunia digital.
    Berbagai kemudahan ditawarkan teknologi di era digital. Kita begitu terlena dengan kemudahan yang ada hingga tak menyadari teknologi juga menjadi ancaman bagi perekonomian dunia. World Economic Forum menyebutkan 7,1 juta pekerjaan akan lenyap karena digantikan oleh tenaga mesin. Beberapa profesi tersebut akan beralih ke pekerjaan berbasis teknologi.
    Beberapa pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia pun kini telah dilakukan oleh mesin misalnya penjaga tol, pemeriksa tiket, dan lain-lain. Akibatnya, orang-orang yang bekerja di ranah tersebut terpaksa dirumahkan. Jika sudah demikian, kita tak bisa menyalahkan perusahaan atau pemerintah terkait.
    industri 4.0
    Generasi milenials mendorong terjadinya revolusi industri 4.0. (Foto: Pexels/rawpixels.com)
    Kita harus terpacu untuk mengembangkan kreativitas supaya bisa bersaing. Cara paling mudah untuk tetap menggerakkan perekonomian di era digital adalah dengan menjual produk-produk secara online. Bagi mereka yang bergerak di skala mikro produk-produk dijual secara mandiri di sosial media. Sementara para penggerak ekonomi berskala makro berani untuk mendirikan perusahaan start up.
    Meskipun dunia digital menawarkan transaksi jual beli online secara mudah, kita tak bisa sembarangan. Diperlukan perencanaan dan perhitungan yang matang. Jika tidak, bisnis yang kita kembangkan akan berakhir sia-sia. Kita harus terus mencari tahu seluk beluk dunia start up. Salah satunya dengan mengikuti event-event seputar bisnis secara daring seperti e2eCommerce.
    industri 4.0
    Perlunya pengetahuan dan teknologi untuk tidak tertinggal. (Foto: Pixabay/geralt)
    “Acara ini menampilkan bisnis model yang tak terbayangkan sebelumnya,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional, Soegiharto Santoso. Misalnya adalah ojek. Dulu profesi ojek dipandang sebelah mata. Munculnya platform khusus ojek membuat ojek tampil sebagai sesuatu yang berbeda. Cakupannya pun tak hanya seputar antar jemput penumpang tetapi juga antar jemput barang, belanja kebutuhan sehari-hari hingga membeli makanan.
    Selain menampilkan model bisnis yang baru, acara yang diselenggarakan selama dua hari yakni Rabu (17/10) dan Kamis (18/10) di Balai Kartini tersebut juga menyediakan seluruh solusi transaksi online mulai dari sistem payment, logistik, dan lain-lain. Acara tersebut juga mengedukasi pebisnis pemula untuk berani mengambil risiko untuk mendapatkan hasil yang besar. “Banyak orang yang sayang mengeluarkan uang lebih untuk membeli alat canggih. Padahal alat tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksinya. Di sini kita bersama-sama membuka wawasan baru untuk mereka,” jelas Soegiharto.

    Tak hanya itu, e2ecommerce juga mempertemukan para pebisnis dan mengajak mereka untuk bahu membahu mengembangkan bisnisnya. Banyak pengusaha yang berpikir bahwa pebisnis lain adalah pesaingnya. Acara tersebut menjadi ajang bagi mereka untuk saling bekerjasama demi meningkatnya bisnis yang dijalani. “Para pengusaha Indonesia bisa membeli sebuah alat canggih yang bisa dipakai bersama-sama. Jangan anggap bangsa sendiri sebagai musuh. Pesaing kita itu justru dari luar,” jelas Soegiharto. (avia)

    sumber: https://merahputih.com/post/read/industri-4-0-di-depan-mata-jangan-ketinggalan

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728