Kerjasama dengan Indonetwork.co.id

Meningkatkan kehadiran online sangat penting dukung kemajuan e-commerce anggota APTIKNAS.

Kemajuan TIK Indonesia

Kami sangat mendukung kemajuan dunia TIK Indonesia.

SmartCity menjadi Safe City

APTIKNAS sangat mendukung implementasi Smart City, khususnya terkait Safe City.

Digital Agent

Mendidik dan mengembangkan SDM TIK Indonesia menjadi salah satu tujuan APTIKNAS.

Kekuatan Industri 4.0

APTIKNAS membantu membangun kekuatan industri 4.0.

Sabtu, 21 Juli 2018

Pelaksanaan Roadshow UKM Go Global - Bandung 18 Juli 2018


Roadshow Perdana e2eCommerce Indonesia Digelar di Bandung, Narasumber yang dihadirkan diantara nya Meddy H. Papinka selaku General Manager indonetwork.co.id, Fanky Christian, Founder StartSmeUp.ID yang juga Ketua Dpp Aptiknas DPD APTIKNAS DKI Jakarta Dpp Aptiknas, Yoshua Norza, CEO PickPack dan Rhein Mahatma, Founder Buat Toko Online Dot ID,turut didukung oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung Bpk. Ahmad Guntara juga Direktur Pemberdayaan Informatika, Kemenkominfo Slamet Santoso, SH, MM Peserta yang hadir 100 lebih UKM Kota Bandung dan sekitarnya

Berikut foto-foto kegiatan tersebut.







Sampai jumpa pada Roadshow di Yogyakarta 8 Agustus 2018.

Kamis, 19 Juli 2018

Hadiri Kegiatan Seminar InfoSec 23 Juli 2018

APTIKNAS mendukung kegiatan Seminar InfoSec yang diadakan pada tanggal 23 Juli 2018 di :

InfoSec Expo Indonesia 2018 | 23 - 24 Juli 2018
Thamrin Nine Ballroom - Chubb Square (Ged. UOB) Lantai GF,
Jalan MH.Thamrin No. 10, Jakarta Pusat, Indonesia
www.infosecexpoindo.com


Sabtu, 14 Juli 2018

MoU APTIKNAS - Indonetwork 13 Juli 2018

Indonetwork, sebagai direktori bisnis dan UKM terbesar di Indonesia, bekerjasama dengan APTIKNAS dengan menandatangani MoU kerjasama.

Indonetwork.co.id merupakan pusat promosi dagang dan direktori bisnis yang dikenal tidak hanya di kalangan B2B (Business-to-Business) tetapi juga di kalangan B2C (Business-to-Customer) di seluruh jangkauan Indonesia. Dengan adanya kebutuhan pribadi dan juga kebutuhan supply chain perusahaan, tentunya diperlukan suatu pusat promosi dagang dan direktori bisnis yang dapat mempermudah untuk mencari barang-barang secara online. Perkembangan teknologi komunikasi dan internet sangat membantu kita dalam mencari kebutuhan yang kita inginkan, dan Indonetwork.co.id hadir untuk lebih mempermudah lagi dalam pencarian-pencarian tersebut.






APTIKNAS dengan jaringan anggotanya, yang bergerak dalam bidang B2B dan B2C akan merasakan manfaat maksimal dari kerjasama ini. Dengan harga berlangganan khusus untuk anggota APTIKNAS, Indonetwork siap membantu memaksimalkan potensi belanja dan transaksi online APTIKNAS.


MoU dilakukan antara Ketua Umum APTIKNAS, Soegiharto Santoso dan GM Indonetwork Meddy H. Papinka pada tanggal 13 Juli 2018, disaksikan Ketua DPD DKI APTIKNAS, Fanky Christian.

Silahkan kontak kami untuk menjadi anggota APTIKNAS dan mendapatkan harga khusus Indonetwork.





KOMINFO LUNCURKAN PROGRAM PESANTREN PROGRAMER - JOGJA TV

KOMINFO LUNCURKAN PROGRAM PESANTREN PROGRAMER - JOGJA TV

Program Nasional, Pesantren Programmer Dirintis dari Yogyakarta

Bernas.id -  Alex Budiyanto, sebagai chairman Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) menyebut bahwa Pesantren Programmer Al Qodir diinisiasi oleh ACCI. “Sebenarnya, Pesantren Programmer inisiasi dari ACCI. Kita kebetulan banyak kerjasama sama beberapa kampus yang sudah MoU dengan ACCI. Kemudian, dari MoU itu salah satu poinnya pemberdayaan masyarakat,”katanya di sela-sela kegiatan Launching Program Nasional Pesantren Programmer, Cangkringan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu 11 Juli 2018.

“Dengan konsern kita terkait SDM TIK di Indonesia yang jumlah dan kualitasnya kurang. Kita coba dengan kampus-kampus yang sudah MoU sama kita, kita bikin program bagaimana kita memberdayakan masyarakat untuk belajar terkait TIK, khususnya tentang programming yang kita inisiasi dengan nama Pesantren Programmer.” Imbuhnya.
Dikatakan Alex, ACCI lalu mencari pondok pesantren yang mau diajak kerjasama. “Kita mencari pondok pesantren yang mau diajak kerjasama, kebetulan Al Qodir salah satu yang mau diajak kerjasama dan pertama kali. Harapannya, karena kita dari industri, kita tahu apa kebutuhan industri dan dari kebutuhan industri itu, bisa definisikan ini lho yang harusnya dipelajari pesantren sehingga nanti pesantren-pesantren tersebut bisa belajar mengenai hal tersebut yang pada akhirnya setelah nanti belajar, kita bantu untuk bisa ke industri,” bebernya.
“Kita akan bantu untuk mendefinisikan kurikulum dan pembelajarannya akan seperti. Kalau kita ngomong tentang dunia industri TIK di Indonesia, saat ini mereka semuanya sangat konsern terhadap jumlah programmer di Indonesia yang kurang sekali,” tambahnya.
Alasan memilih pesantren, Alex menyebut tentang jumlah para santri-santri di Indonesia yang banyak. “Mereka itu kalau di pesantren, salah satunya sudah punya pendidikan agama yang bagus. Mereka memiliki moral yang bagus karena sudah dididik di pesantren. Nah ketika moral sudah bagus, pembelajaran IT itu tidak susah, harapannya menjadi hasil yang lebih bagus,” ujarnya.
Sementara itu, Soegiharto Santoso, chairman APTIKNAS, menyebut pentingnya pendidikan teknologi informasi untuk para santri. “Kalau di pesantren pembelajarannya memang agama, tentu itu sebagai sebuah dasar yang sangat penting untuk anak, tapi kita juga melihat potensinya sangat besar dengan dibekali pendidikan teknologi,” katanya.
Dikatakan Soegiharto, segala lini kehidupan kini berbasis tekonologi informasi. ”Karena sekarang semua kan apapun bidang usahanya, apapun kehidupannya baik itu kesehatan, ekonomi, bisnis, maupun pendidikan, semua itu berbasiskan teknologi informasi apalagi rata-rata kan pegang gadget. Kita dari bidang teknologi informasi ingin memberikan kontribusi dari sisi program. Jadi, ini sesuatu yang baik, yang dimulai dari Pesantren Al Qodir, nanti kita bisa duplikasi ke tempat-tempat lain. Diimbau juga bagi mereka yang sudah mendapatkan pendidikan harus ditularkan juga,” ucapnya. (Jat)
sumber: https://www.bernas.id/64125-program-nasional-pesantren-programmer-dirintis-dari-yogyakarta.html

Ajarkan Teknologi Informasi kepada Santri

SLEMAN – Ponpes Al Qodir terbuka pada perkembangan zaman. “Banyak pesantren yang tidak membolehkan santri membawa HP. Tapi saya ingin membedah tirani karena banyak pesantren yang tidak menerima teknologi informasi,” kata pengasuh Ponpes Al Qodir Cangkringan KH Masrur Ahmad MZ Rabu (11/7).

Perkembangan zaman tidak bisa dibendung. Jika santri tidak dibekali keahlian IT maka setelah lulus santri akan kebingungan. “Kami memutuskan membuka diri dan mengajarkan teknologi informasi kepada santri,” kata Masrur.
Dia menilai, di balik perkembangan teknologi terselip mata pisau yang siap menusuk. Di satu sisi memudahkan, namun jika tidak digunakan dengan benar dapat membunuh. Santri diharapkan menggunakan teknologi sebijak mungkin.
Dia berharap agar santri-santri di Jogja semakin melek teknologi. Alasannya, ekonomi saat ini bergerak menuju era digitalisasi. “Sehingga santri tidak ketinggalan teknologi,” kata Masrur.
Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) Alex Budiyanto mengatakan kebutuhan programer semakin meningkat. SDM bidang IT masih kurang. Pihaknya meluncurkan program Pesantren Programer.
“Pesantren Programer ini kali pertama di Indonesia. Ponpes Al Qodir mendapat kesempatan pertama sebagai pilot project,” kata Alex.
Program Pesantren Programer, santri diajarkan menjadi seorang programer yang dibutuhkan dunia industri. Selama enam bulan santri dididik menjadi programer.
Tujuannya agar tidak mengganggu pelajaran agama di pesantren. “Nantinya setelah enam bulan para santri dapat menularkan ilmunya ke pesantren lain,” kata Alex.
Program tersebut ingin menunjukkan siapa saja bisa menjadi programer. ‘’Karena sebenarnya semua tinggal berpulang pada niat,’’ kata Alex. (har/iwa/fn)
sumber:https://www.radarjogja.co.id/2018/07/12/ajarkan-teknologi-informasi-kepada-santri/

Launching Program Pesantren Programmer - 11 Juli 2018 di Yogyakarta

Salah satu kunci untuk memajukan bangsa dan negara kita adalah dengan ilmu pengetahuan, dimana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan diperlukan pendidikan. Selain pendidikan agama Islam, penguasaan ilmu teknologi juga menjadi hal vital untuk bisa bersaing di era globalisasi dan era industri seperti sekarang ini.


Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) bersama berbagai pihak terkait, termasuk APTIKNAS akan meluncurkan program Nasional Pesantren Programmer sekaligus Pesantren Programmer Al Qodir yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren Salafiyah Al Qodir. Acara ini akan diadakan di Pondok Pesantren Al Qodir, di dusun Tanjung, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta pada hari ini, Rabu 11 Juli 2017 / 27 Syawal 1439 H yang akan dimulai pada pukul 09.00 WIB.


Sabtu, 07 Juli 2018

Indonesia Security Summit on 4-5 September 2018 JW Marriott Jakarta



Indonesia Security Summit 2018 is scheduled to take place on September 4 - 5, 2018 at JW Marriott, Jakarta
As per reports, Indonesia has become a "global hotspot" for suspicious web activities. Despite being one of the most vulnerable countries to cyber-attacks, many conventional companies in Indonesia still regard cyber security as an avoidable expenditure. Cyber Security is fungible across domains and the new-age CISO needs to operate in accordance with other HODs to identify and align the security capabilities that need to be adopted by the companies. That is why we are working in coordination with key authorities in Indonesia to put together the Indonesia Security summit 2018.
The Summit is designed for 150+ pre-qualified CISOs, CIOs, CTOs, senior information security, risk, forensics, compliance, cyber law and law enforcement professionals. The summit will focus on the latest fraud and breach prevention techniques and technologies, as well as how to develop a holistic, strategic approach. It will bridge the gap between the leading security solution providers and security professionals by bringing them on the same pedestal.



APTIKNAS (Indonesia ICT Business Association) is supporting this event. Please feel free to know more at:
Name: Indonesia Security Summit 2018
Date: 4th and 5th of September, 2018
Venue: JW Marriott, Jakarta, Indonesia
Indonesia Security Summit 2018, organized by Tradepass, is a very focused initiative which will bring together 150+ pre-qualified CISOs, CIOs, CTOs, senior information security, risk, forensics, compliance, cyber law and law enforcement professionals from all over Indonesia. The summit will focus on the latest fraud and breach prevention techniques, as well as how to develop a holistic and strategic approach. It will bridge the gap between the leading security solution providers and security professionals by bringing them on the same pedestal. All this, with one objective and that is to make Indonesia resilient to cyber-attacks and become the 'next gen cyber-fortress'.



Talkshow Radio Heartline - Startup Channel 9 Juli 2018 - UKM Go Global

Membantu UKM Go Global, itulah salah satu target dari Digitalisasi Usaha Mikro yang ditargetkan oleh Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS). Oleh karena itu, kami selalu berusaha membantu UKM gunakan TIK lebih baik dari waktu ke waktu, dengan salah satu program yang dibawa oleh salah satu anggota APTIKNAS, yaitu StartSmeUp.ID

Rabu, 04 Juli 2018

Hadirlah Semarang Computer Expo 2018

Hadirlah Semarang Computer Expo 2018
Tanggal : 06 - 11 Juli 2018
Lokasi : Java Mall

Ayoooooooooo.... Serbuuuu........

Kamis, 31 Mei 2018

MoU APTIKNAS dengan Del Arrbey Coding and Startup Academy (DACSA)

Penandatanganan MoU APTIKNAS dgn pihak Del Arrbey Coding and Startup Academy (DACSA). Bersamaan dgn di selenggarakannya "NATIONAL CODING & FINTECH CONFERENCE 2018"  di Sopo Del Tower 31 Mei 2018

Acara disaksikan oleh Pak Rudiantara selaku Menkominfo RI.

Tujuan Mou adalah dalam upaya untuk ikut serta memberi kontribusi pada pengembangan ekosistem teknologi digital, khususnya dalam penyediaan SDM trampil berkompetensi teknologi digital.


Bapak Rudiantara, Menteri Kominfo dalam kata sambutannya.



MoU APTIKNAS - DACSA disaksikan Menteri Kominfo





Para peserta Conference menyanyikan lagu Indonesia Raya


Bapak Hoky berfoto bersama


Berfoto bersama dengan peserta



Dalam acara talkshow mengenai peran APTIKNAS dalam dunia edukasi coding dan startup