This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 23 Mei 2018

Ayo datang & ikuti roadshow UKM GO GLOBAL : Raih Untung Dipasar Global


Ayo datang & ikuti roadshow

UKM GO GLOBAL : Raih Untung Dipasar Global

e2eCommerce Indonesia bersama dengan Aptiknas, indonetwork.co.id
Buat Toko Online Dot ID, PickPack akan memberikan edukasi kepada UKM-UKM di 2 kota di Indonesia.

Di setiap kota akan diadakan forum edukasi mengenai industri e-commerce dan ekosistem digital untuk mengembangkan potensi yang dapat diraih oleh wirausahawan UKM untuk meraih untung di pasar global.

FREE ADMISSION | GRATIS! | DOORPRIZE

Bandung 
18 Juli 2018 
GD. Pos Indonesia 
9.00-13.00 WIB

Yogyakarta
8 Agustus 2018
UGM Club
9.00-13.00 WIB

Pendaftaran Hubungi (Benny 0813 5810 1006)

Senin, 14 Mei 2018

Apa Itu Smart City dan Tantangan Penerapannya di Indonesia

Ikhtisar
  • Smart city merupakan wilayah kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari, dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
  • Integrasi teknologi dalam tata kelola kota dimungkinkan berkat keberadaan internet of things, yaitu jaringan perangkat elektronik yang saling terhubung dan mampu mengirim data ataupun melakukan tindak lanjut dengan campur tangan manusia yang minimal.
  • Implementasi smart city di Indonesia sendiri mengalami berbagai kendala, mulai dari infrastruktur penunjang yang belum memadai, kesiapan pemerintah setempat, hingga masyarakat sendiri yang belum mampu memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.

Sebuah kota bisa disebut sebagai kota pintar atau smart city jika sudah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi hingga level tertentu dalam proses tata kelola dan operasional sehari-hari. Integrasi teknologi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, membagikan informasi kepada publik, hingga memperbaiki pelayanan kepada masyarakat ataupun meningkatkan kesejahteraan warga.
Di Indonesia, beberapa kota besar sudah mulai mengadopsi konsep smart city. Sebut saja Jakarta yang memiliki program Jakarta Smart City sejak 2014 lalu. Surabaya juga terus menerapkan inovasi guna menjadi smart city, misalnya dengan menerapkan sistem tilang online bagi pengemudi kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran lalu lintas.
Selain dari pihak pemerintah, pihak swasta juga ikut berpartisipasi membantu mewujudkan konsep smart city di Indonesia. Saat ini ada Matakota yang membantu masyarakat ataupun pemerintah memasukkan beragam informasi seperti kemacetan lalu-lintas, bencana alam, tindak kriminal, maupun informasi anak hilang. Ada juga Qlue yang memungkinkan masyarakat di berbagai kota menyampaikan keluhan terkait kondisi fasilitas umum.

Internet of things dan smart city

Peran internet of things (IoT) dalam mewujudkan konsep smart city sangatlah vital. Perangkat IoT mampu mengirim informasi dan melakukan tindak lanjutmelalui jaringan dengan campur tangan manusia yang minimal, sehingga mampu melakukan beragam fungsi secara otomatis.
Menurut Solution Architect Ericsson Indonesia, Hilman Halim, untuk operasional perangkat IoT hanya memerlukan tiga elemen utama, yakni:
  1. Perangkat fisik,
  2. Jaringan internet, dan
  3. Aplikasi.
Jika tiga elemen ini sudah terpenuhi, maka sejumlah perangkat bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan pengguna.
Implementasi IoT dalam mewujudkan smart city bisa beraneka ragam, dibatasi hanya oleh imajinasi dan kemampuan dari para pengembangnya. Hilman menyebutkan lima contoh penerapan IoT yang lazim ditemui dalam konsep smart city akhir-akhir ini:
  • Smart lighting. Tak hanya bisa diterapkan pada lampu penerangan jalan, namun juga untuk lampu lalu lintas. “Dengan smart lighting, bisa dipantau mana lampu yang sedang rusak. Bisa juga dimatikan atau dinyalakan dari jarak jauh,” jelas Hilman saat ditemui di acara Selular Congress 2018.
  • Smart parking. Solusi ini bisa digunakan warga untuk mempermudah mencari tempat parkir. Pengguna bisa memesan lebih dulu tempat parkir sebelum tiba di lokasi. Di Indonesia, ada beberapa startup yang menyediakan solusi seperti ini seperti Smark Parking dan Parkiran.
  • Waste management. Volume sampah di suatu tempat penampungan bisa dipantau dari jarak jauh. Petugas kebersihan tak perlu mendatangi satu per satu tempat sampah untuk memeriksanya.
  • Connected manhole. Solusi ini berguna untuk memantau temperatur gorong-gorong yang berada di bawah tanah. Karena gorong-gorong tersebut tak hanya berfungsi sebagai saluran air, namun juga untuk menyimpan kabel hingga tempat jalur pipa gas.
  • Smart electricity. Penyedia layanan listrik bisa mengetahui langsung data pemakaian listrik pengguna tanpa harus mengirim petugas untuk memeriksa di tempat.
IoT Smart City | Infografik

Tantangan penerapan smart city di Indonesia

Meski ada banyak pihak yang berusaha mewujudkan smart city, bukan berarti tak ada tantangan untuk mewujudkan konsep tersebut di Indonesia. Salah satu tantangan tersebut adalah harga perangkat yang tinggi dan terbilang sulit diperoleh.
Selain itu, belum semua daerah di Indonesia memiliki infrastruktur yang memadai untuk menunjang pemanfaatan IoT. Menurut Fanky Christian dari DPP Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (Asisindo), pemerintah daerah setempat perlu menyediakan infrastruktur teknologi informasi sebagai langkah awal mewujudkan smart city. Setelah infrastruktur memadai, setiap daerah bisa membuat semacam data center atau command center.
Tantangan lain yang harus dihadapi adalah mempersiapkan masyarakat untuk menerima perubahan ke arah digitalisasi. Hal ini pernah disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, yang menyampaikan pesan bahwa tujuan pengembangan smart city adalah memudahkan pelayanan pada masyarakat.
Karena itu, ketika pihak pemerintah sudah menghadirkan layanan berbasis teknologi informasi, masyarakat pun harus sudah siap memanfaatkannya agar pelayanan yang diberikan bisa maksimal.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun menyampaikan komitmen mereka untuk mendukung pengembangan smart city di Indonesia. Pemerintah pusat bahkan pernah mencanangkan program 100 Smart City yang merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat 514 kabupaten/kota. Dengan jumlah sebanyak itu, maka pengembangan smart city di daerah harus mempertimbangkan penganggaran secara matang apakah mampu bertahan memenuhi kebutuhan anggaran dalam membangun smart city.
Adapun program Menuju 100 Smart City menyasar pemerintah daerah yang telah menyiapkan berbagai infrastruktur teknologi informasi, sumber daya manusia (SDM), serta regulasi yang mengatur kebijakan tersebut. Beberapa contoh pemerintah daerah yang menjadi peserta program ini antara lain Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, dan Kota Solo.
(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)
sumber: https://id.techinasia.com/apa-itu-smart-city-dan-penerapan-di-indonesia

Jumat, 11 Mei 2018

Kegiatan Pameran Smart Home City 3-5 Mei 2018

APTIKNAS bersama dengan ASISINDO dan ACCI kembali mendukung pelaksanaan Pameran Smart Home City 2018 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran pada tanggal 3-5 Mei 2018.

Dalam kesempatan ini, bersama dengan PT GEM Indonesia selaku penyelenggara, dengan Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (APERLINDO), APAMSI Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia, membuka bersama Pameran dengan dihadiri perwakilan dari ESDM.


Setelah pembukaan, sesuai dengan acara, maka ACCI dan APTIKNAS turut mengambil peran dalam seminar yang disediakan.


Dalam kesempatan ketiga, barulah ACCI menyampaikan materi terkait dengan topik Cloud Computing : The infrastructure of smart city. 


Presentasi disampaikan oleh Bapak Fanky Christian, selaku Sekjen ACCI dan sekaligus juga Ketua DPD DKI APTIKNAS. 

Pada kesempatan berikutnya barulah Bapak Soegiharto Santoso selaku Ketua Umum APTIKNAS menyampaikan materi : The Role of APTIKNAS to support Smart City in Indonesia.


Kemudian dilanjutkan dengan panel bersama para pembicara lainnya.



APTIKNAS dan ACCI sangat senang dan bangga bisa mendukung kegiatan pameran ini.










Rabu, 02 Mei 2018

Aptiknas DPD Bogor Evaluasi Program Kerja 2018 Dan Majukan Ekonomi Digital

Heibogor.com – Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional (Aptiknas) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bogor Tahun 2018 mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Salak Tower Hotel, Jalan Salak, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (02/05/18).
Rakeda tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2018 serta menetapkan rencana kegiatan tahun 2018 serta membuat rekomendasi kepada pengurus Aptiknas DPD Bogor. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus Aptiknas DPD Bogor.
“Kami tidak hanya mengurusi bisnis penjualan komputer dan perangkatnya, tapi juga membantu pengembangan startup digital seperti pengembang aplikasi dan software, sistem keamanan, sistem jaringan, CCTV, termasuk yang sedang tren adalah smart city dan smart home,” ujar Ketua DPP Aptiknas, Soegiharto Santoso kepada heibogor.com di sela-sela kegiatan.
Pria yang akrab disapa Hoky itu menambahkan, secara struktur Aptiknas akan cepat berkembang dan menjadi besar karena para pengurus dan anggotanya merupakan para pengusaha yang sebelumnya tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo). Menurut dia, pembentukan Aptiknas diputuskan seusai musyawarah nasional luar biasa dan rapat kerja nasional Apkomindo pada Februari 2017.
Pria yang masih menjabat Ketua Umum Apkomindo itu menjelaskan, proses legalitas Aptiknas sudah selesai dan telah mendapatkan SK KEMEN KUMHAM, pihaknya saat ini sedang menyempurnakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
“Struktur organisasi tidak banyak berubah dari kepengurusan Apkomindo, bahkan bertambah sesuai dengan kebutuhan TIK saat ini, di mana Ketua Umum Aptiknas dijabat saya sendiri,” imbuhnya.

Rakerda Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional (Aptiknas) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bogor Tahun 2018 di Salak Tower Hotel, Jalan Salak, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (02/05/18).
Khusus untuk di wilayah Bogor, dalam Rakerda tersebut membentuk komisi-komisi yang terdiri dari Komisi A Anggaran yang menyusun anggaran dan mengevaluasi rencana kerja dan anggaran DPD Aptiknas Bogor serta membahas mekanisme protap pelaporan anggaran.
Selanjutnya, Komisi B Organisasi yang mengevaluasi organisasi dan keanggotaan Aptiknas DPD Bogor, menyusun konsep struktur organisasi dan keanggotaan Aptiknas membahas mekanisme pendaftaran anggota baru Aptiknas dan database anggota.
Terakhir, Komisi C Kesejahteraan membahas implementasi kegiatan terhadap kesejahteraan anggota Aptiknas.
sumber: http://www.heibogor.com/post/detail/54797/aptiknas-dpd-bogor-evaluasi-program-kerja-2018-dan-majukan-ekonomi-digital

Selasa, 01 Mei 2018

Cloud Computing: Infrastruktur Ekonomi Digital Indonesia - Yogyakarta

Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia  (APTIKOM) dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, mengadakan acara
"Cloud Computing: Infrastruktur Ekonomi Digital Indonesia",

Acara ini akan diselenggarakan pada hari Selasa, 15 Mei 2018 pukul 09.00 - 17.00 WIB bertempat di Auditorium Kampus 2, Gedung Thomas Aquinas, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Babarsari.



Acara ini harapannya bisa memberikan gambaran bagaimana Cloud Computing sebagai Infrastruktur Ekonomi Digital Indonesia dibidang Pendidikan, Perdagangan dan Smart City.

Acara ini akan menghadirkan para pembicara sebagai berikut:

Keynote Speech:

  1. Prof. Dr. Eng Ilham Akbar Habibie* - Executive Chairman Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas)
  2. Prof.  Zainal A. Hasibuan* - Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (APTIKOM)
  3. Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, SH. LL.M* - Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta
  4. Alex Budiyanto* - Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia

Speakers:

  1. Semuel A Pangerapan – Dirjen APTIKA Kemkominfo
  2. Agus F Abdillah – Chief Product & Synergy Officer telkomtelstra
  3. Ted Hilbert - Chief Executive Officer Cloudmatika
  4. Yos Vincenzo - Cloud and Enterprise Business Group Lead Microsoft Indonesia
  5. Leontinus Alpha Edison - Vice Chairman tokopedia
  6. Prof. Dr. Ir. Suhono H. Supangkat - Guru Besar ITB, Penggiat Smart City di Indonesia
  7. Ir. A. Djoko Budiyanto SHR, M.Eng., Ph.D - Group Leader Research of Data Engineering & Information System Universitas Atma Jaya Yogyakarta
  8. Dr. Ridi Ferdiana, S.T., M.T. - Kepala Program Studi Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada

Untuk mengikuti acara ini, silahkan melakukan reservasi lewat http://s.id/uajy


*ACCI merupakan Asosiasi pendamping APTIKNAS yang berkonsentrasi di Cloud Computing.

Senin, 30 April 2018

Aptiknas Komitmen Dukung Program Smart City dan Industri E-commerce

Ipotnews - Chairman Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi & Komunikasi Nasional (APTIKNAS), Soegiarto Santoso, menyatakan siap mendukung dalam pengembangan dan pembangunan Smart City seperti yang dicanangkan pemerintah. Berbagai produk teknologi baik dari dalam dan luar negeri siap disuplai untuk mendukung program tersebut.
Hoky, sapaan akrabnya, mengaku telah belajar banyak dari Taiwan yang mampu mewujudkan smart city. Berbagai produk teknologi dari Taiwan sangat layak diadopsi ke Indonesia demi mendukung program smart city. Pihaknya akan menggandeng asosiasi-asosiasi lainnya seperti Asosiasi Sistim Integrator & Sekuriti Indonesia (ASISINDO), Asosiasi Pebisnis OnLine Indonesia ( APOI ) dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia ( ACCI ) untuk mempercepat implementasi smart city.
"APTIKNAS siap bantu wujudkan smart city misalkan di sektor transportasi bisa di sistem pelaporan dan lainnya. Kita juga siap adakan pelatihan kepada masyarakat secara gratis untuk membentuk smart people. Kita tidak hanya ingin smart city tapi smart people juga," kata Hoky kepada Ipotnews, Jumat (30/3).
Ia memastikan, APTIKNAS juga siap mendukung pengembangan industri e-commerce . Menurutnya, sektor usaha berbasis daring ini sangat menjanjikan di masa mendatang. Namun dengan ketiadaan sistem teknologi dan keamanan yang cukup, industri e-commerce cukup rentan terhadap penyelewengan atau tindak kejahatan oleh pihak tertentu.
"E-commerce adalah sebuah kebutuhan artinya kalau ada beberapa departemen store tutup itu karena shifting juga, karena orang belanja dimanjakan dengan e-commerce. Ya kita harus sama-sama menjaga jangan sampai industri ini dikuasai oleh asing. Harus didorong regulasinya, khususnya membantu yang mau masuk di e-commerce," paparnya. (Marjudin)

Sumber : Admin

Minggu, 29 April 2018

Seminar PERAN APTIKNAS dalam SMART CITY di JIEXPO 3 Mei 2018

Nantikan Seminar PERAN APTIKNAS dalam SMART CITY di Indonesia, pada

Hari : Kamis
Tanggal : 3 Mei 2018
Lokasi : HALL D - JIEXPO Kemayoran Jakarta
Pembicara : Bapak Soegiharto Santoso (Ketua Umum APTIKNAS)


Silahkan hadir, FREE of CHARGE.

Kami tunggu kehadirannya.

Jumat, 27 April 2018

Digitalisasi Industri Diklaim Cetak 10 Juta Pekerjaan

VIVA – Pemerintah yakin revolusi industri 4.0 bakal memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia. Revolusi industri itu disebut bakal mendorong ekonomi Indonesia tumbuh lebih baik sebesar satu hingga dua persen, hingga mampu menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 10 juta. 
Demikian disampaikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dalam forum diskusi 'Indonesia Siap Menuju Revolusi Industri 4.0' di Kemenkominfo, Jakarta, Senin 16 April 2018.
"Mengenai estimasi tenaga kerja akan bertambah 10 juta," kata Airlangga, di Jakarta, Senin 16 April 2018.
Airlangga pun mengatakan, peta jalan industri Indonesia dalam Making Indonesia 4.0 selain menaikkan produktivitas, juga bisa menjadikan Indonesia sebagai 10 negara terbesar pada 2030.
"Aspirasi saat kami menghadapi revolusi industri keempat, atau digital economyitu kami ditargetkan untuk menjadi 10 negara terbesar di 2030," katanya.
Dia pun optimistis pertumbuhan ekonomi bisa dipacu 1 atau 2 persen, dan kontribusi industri manufaktur bisa menjadi 25 persen terhadap ekonomi ketika revolusi tersebut sudah berjalan maksimal.
sumber: https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1026899-digitalisasi-industri-diklaim-cetak-10-juta-pekerjaan

Minggu, 22 April 2018

Great News for Smart IoT and Smart Home+City Indonesia 2018 Exhibitor - Meet over 700 local authorities (regional governement) and thousand of system integrators



Great News!
We are pleased to inform you that DKI Jakarta Provincial Government (Jakarta Smart City) and 
Tangerang Regency Government
 confirm to join in Smart Home+CIty Indonesia 2018 as exhibitor for promoting smart city concept and sourcing smart city technologies and solutions in the show. 
DKI Jakarta Provincial Government to Install 60,000 CCTV in Preventing CrimeJakarta Deputy Governor, Sandiaga Uno announced that DKI Jakarta would install 60,000 units of CCTV circuits in some regions prone to sexual harassment in outskirt area of the capital. 
The main reason to install CCVT circuties is to make Jakarta Safe and Smart. The program will be coordinated by DKI Jakarta Communications and Informatics Department with sub-division "Jakarta Smart City".Jakarta Smart City will look for some Smart City Solutions during the expo as follows:
1. Smart City Solution for Preventing Crime  (CCTV, Security Technologies, etc)
2. Smart City Solution for Preventing Flood
3. Smart City Solution for Preventing Traffic Jam

http://smartcity.jakarta.go.id/events/298/smart-homecity-indonesia-2018

This is ultimate opportunities to offer your solutions to Great DKI Jakarta, Tangerang Regency Government and over 700 local authorities (gubernur, walikota, bupai, kepada dinas) - (invited)

Call for Visitor (Buyer)Indonesia's Leading Show for IoT, Security, Smart Home, Smart Building and Smart City 2018
3 - 5 May 2018, JIExpo Jakarta - Indonesia

Smart Home+City Indonesia
 2018 Jakarta - Meet Over 600 Exhibiting Companies, 5 International Pavilion, 18 Countries
The 5th Indonesia International Trade Show for Smart Home, Smart Building and Smart City Technologies 
2018
Sub-Section:
- Smart IoT Indonesia 2018
- SecureTech Indonesia 2018
Co-locating:
- Solartech Indonesia 2018 (ASEAN's Leading Trade Show for Solar Energy & PV Technologies)
- Smart Home +City Indonesia 2018 (Smart IoT Indonesia 2018 & SecureTech Indonesia 2018)
- Powergen & Renewable Energy Indonesia 2018
- Cable & Wire Indonesia 2018
- INATRONiCS 2018 (Component Electronics)
Return to present over 600 exhibitors with bigger scale and more high quality vendors and specific zone:1. Smart Home/Building and City Technologies
2. IoT & Security System
3. Smart Lighting
4. Smart Grid (Solar Energy, Inverter)
2. 
LEDs and Modern LEDs
7. Rechargeable Battery
8. Cable and Electrical Equipment

4. Lighting Equipment and Accessories10. Electronics Component & Testing Equipment
11. Renewable Energy Power Plants Technologies

Smart Home+City Indonesia together with Solartech Indonesia and INALIGHT has proved as the Indonesia’s largest trade show for smart home management system, city management system, smart lighting control system, building management, smart communication system, smart energy and many more.  A fantastic atmosphere and perfect place make this event attended by many professional buyers and give opportunity to explore their market. 

Who Should Visit?

-  Government: Ministries, Regulatory Bodies, Local Authorities
-  IT Professionals (hotel, hospital, factory, banking, etc)
-  System Integrators
-  Security Authority/Regulator
-  Safety & Security Consultants & Managers
-  Transport Operators (Airport, Train and Shipping)
-  Manufacturers / Suppliers / Installers
-  Civil Services
-  EPC (Engineering Procurement Contractors)
-  Building Management and Property Developers
-  Architects & Interior Design-  Publics (Supermall, Building, etc)
-  Manufactures & Producers
Target Buyers: Over 25,000 trade visitors from 30 countries



Visiting at Smart Home+City Indonesia 2018 provides an unrivalled opportunity to meet with your high quality trade only clientele. 

Kamis, 19 April 2018

Matangkan Peta Jalan Vokasi, 6 Sektor Jadi Prioritas

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah terus mematangkan peta jalan pendidikan vokasi guna mendukung perkembangan ekonomi digital disertai dengan revolusi Industri 4.0. Ada enam sektor industri yang diyakini menyerap tenaga kerja terbanyak sebagai prioritas pada penyusunan peta jalan ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Indonesia membutuhkan kompetensi baru bagi tenaga kerja Indonesia sebab dinilai masih menjadi kendala yang dihadapi bagi tenaga kerja Indonesia saat ini.
Tak hanya itu, terdapat ketidakselarasan antara kebutuhan industri yang memerlukan tenaga kerja andal dengan minimnya keahlian para pencari kerja. Selain itu, kurikulum berbasis kompetensi yang selama ini terdapat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pun masih minim.
"Hal ini menyebabkan ketidaksiapan lulusan SMK untuk dapat bersaing dalam dunia kerja. Saat ini, ada enam sektor sebagai motor penggerak ekonomi, yaitu manufaktur, agribisnis, pariwisata, tenaga kesehatan, ekonomi digital, dan pekerja migran," sebutnya, Kamis (19/4/2018).
Menurut Darmin, keenam sektor tersebut dapat banyak menyerap tenaga kerja setiap tahunnya. Penyerapan tenaga kerja secara rinci yakni manufaktur sebesar 575.000 pekerja, agribisnis 195.843 pekerja, pariwisata 3.333 pekerja, tenaga kesehatan 6.018 pekerja, ekonomi digital 5.172 pekerja, dan pekerja migran sebesar 243.265 orang.
Sementara itu, roadmap ini juga telah didukung dengan keluarnya payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
Dia melanjutkan saat ini pemerintah telah mengidentifikasi dua kelompok pekerja yang sedang sangat dicari, yaitu untuk kebutuhan industri elektronik dagang (e-commerce) dan instruktur atau guru bidang vokasi.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhammad Hanif Dhakiri mengungkapkan enam sektor itu juga akan menjadi prioritas dalam penyusunan roadmap. Sementara itu, terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu kualitas, kuantitas, serta persebaran yang harus merata di berbagai daerah.
“Maka peran pemerintah daerah menjadi penting untuk mendukung pelatihan vokasi ini. China itu dahsyat karena ketiga hal tersebut,” tuturnya.
Di samping itu, Hanif menyarankan adanya sertifikasi keahlian di bidang tertentu karena akan membawa manfaat bagi tenaga kerja. Dengan adanya sertifikat keahlian ini, selain meningkatkan kompetensi, nantinya tenaga kerja bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sehingga kualitas hidupnya pun akan jauh lebih baik.

sumber: http://industri.bisnis.com/read/20180419/12/786329/matangkan-peta-jalan-vokasi-6-sektor-jadi-prioritas

Jumat, 13 April 2018

Seminar Cloud Computing : Infrastruktur Ekonomi Digital Indonesia dan Launching Indonesia Cloud Award 2018



Jakarta (10/04)- Universitas Al Azhar Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) dan APTIKOM mengadakan seminar yang bertajuk “Cloud Computing: Infrakstruktur Ekonomi Digital Indonesia” acara yang dibarengi oleh Launching Indonesia Cloud Computing Award 2018 ini dihadiri oleh 4 Keynote Speaker dan 14 Speaker yang pakar dibidangnya. ACCI sendiri merupakan Asosiasi yang berdiri sejak 14 Juni 2017 yang didirikan oleh 21 pendiri, dengan visi menjadi wadah yang mampu menselaraskan perkembangan teknologi cloud computing serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan industri dibidang teknologi informasi. Sedangkan APTIKOM
Acara yang diselengarakan di Auditorium Universtas Al Azhar Indonesia mengundang  Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informasi), Ilham Akbar Habibie (Ketua Tim Pelaksana WANTIKNAS), Ucok Zainal Hasibuan (Ketua Umum APTIKOM) dan Asep Saefudin (Rektor Universitas Al Azhar Indonesia). Selain 4 Keynote Speaker ada 14 Speaker lain yang turut diundang dalam seminar kali ini yang masing masing dibagi menjadi 3 panel diskusi dengan judul yang berbeda.
Diskusi Panel pertama dimulai dengan judul “Regulasi, market, SDM dan Infrakstruktur penunjang Cloud Computing” denganspeaker oleh Azhar Hasyim (Direktur E- Bussines Kominfo), Mevira Munindra (County Head of Consulting IDC), I Made Wiryatama (Dosen & peneliti Universitas Gunadharma), Merza Fachys (Ketua ATSI), Jamalul Izza (Ketua Umum APJII) dan Soegiharto Santoso (Ketua Umum APTIKNAS). Mengutip materi yang diberikan oleh ibu Mevira Murindra bahwa mulai 2018 setiap organisasi lambat laun akan mengadopsi digital-native operating model untuk bersaing dengan bagian terkecil dari global economy. “Multicloud management, multicloudsecurity and cloud at the edge are the key changes in cloud environment in the next 3 years” ujarnya. Khusus Opsi perangkat keras cloud  juga akan berkembang sesuai permintaan dengan XaaSfor AI, IoTsulation dan komputasi yang kompleks.  IDC sendiri kini Fokus pada tahap awal mengembangkan kerangka kerja integrasi terstruktur di seluruh platform cloud untuk mengurangi pengerjaan ulang dan rekayasa ulang proses, serta mempertahankan kelincahan dalam platform IT di perusahaan.
Berlanjut ke Diskusi Panel Kedua mengenai “Layanan Cloud Computing Infrastuktur Ekonomi Digital” dengan speaker Sutedjo Tjahjadi (Managing Director Datacomm Cloud), Noerman Taufik (CEO Indonesia Cloud), Muhammad Bahesti (CTO Dekstop IP), Tony Seno Hartono (National Technology Officer Microsoft Indonesia) dan Fanky Christian (Sekretaris Jendral ACCI). Pada diskusi ini Bapak Noerman taufik menjelaskan beberapa peran indonesian cloud bagi perusahaan maupun individu masyarakat, yaitu Cloud Infrastruktur yang meliputi public, private dan Hybird, Cloud Service, Cyber Security dan Cloud Business Solution. Setelah membicarakan konsep program dan strategi yan digunakan dalam Cloud, diskusi pun berlanjut ke topik praktisi yaitu, bagaimana cloud nantinya akan dijalankan di masyarakat dalam ranah industri, pemerintah, ekonomi maupun pendidikan  dengan judul “Cloud Computing Best Practice” semuanya disajikan dalam Diskusi Panel Ketiga, diskusi ini diisi oleh Kristiono Setyadi (CTO The Jakarta Post), Charles Sitorus (Directur IT PT. Pos Indonesia), Panji Gautama (CTO Kudo), Denny Hermawan (Dosen & Peneliti Universitas Al Azhar Indonesia) dan Totok Sediyantoro (Government Relation ACCI).
Ditutup dengan sesi pertanyaan oleh peserta seminar, semoga acara ini dapat membuka pikiran dan menambah banyak pengetahuan mahasiswa akan perkembangan teknologi masa kini yang semakin maju, terutama dalam bidang IT.






Source: Berita Kampus
source: http://entrepreneur.uai.ac.id/seminar-cloud-computing-infrastruktur-ekonomi-digital-indonesia-dan-launching-indonesia-cloud-award-2018/