This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 22 April 2018

Great News for Smart IoT and Smart Home+City Indonesia 2018 Exhibitor - Meet over 700 local authorities (regional governement) and thousand of system integrators



Great News!
We are pleased to inform you that DKI Jakarta Provincial Government (Jakarta Smart City) and 
Tangerang Regency Government
 confirm to join in Smart Home+CIty Indonesia 2018 as exhibitor for promoting smart city concept and sourcing smart city technologies and solutions in the show. 
DKI Jakarta Provincial Government to Install 60,000 CCTV in Preventing CrimeJakarta Deputy Governor, Sandiaga Uno announced that DKI Jakarta would install 60,000 units of CCTV circuits in some regions prone to sexual harassment in outskirt area of the capital. 
The main reason to install CCVT circuties is to make Jakarta Safe and Smart. The program will be coordinated by DKI Jakarta Communications and Informatics Department with sub-division "Jakarta Smart City".Jakarta Smart City will look for some Smart City Solutions during the expo as follows:
1. Smart City Solution for Preventing Crime  (CCTV, Security Technologies, etc)
2. Smart City Solution for Preventing Flood
3. Smart City Solution for Preventing Traffic Jam

http://smartcity.jakarta.go.id/events/298/smart-homecity-indonesia-2018

This is ultimate opportunities to offer your solutions to Great DKI Jakarta, Tangerang Regency Government and over 700 local authorities (gubernur, walikota, bupai, kepada dinas) - (invited)

Call for Visitor (Buyer)Indonesia's Leading Show for IoT, Security, Smart Home, Smart Building and Smart City 2018
3 - 5 May 2018, JIExpo Jakarta - Indonesia

Smart Home+City Indonesia
 2018 Jakarta - Meet Over 600 Exhibiting Companies, 5 International Pavilion, 18 Countries
The 5th Indonesia International Trade Show for Smart Home, Smart Building and Smart City Technologies 
2018
Sub-Section:
- Smart IoT Indonesia 2018
- SecureTech Indonesia 2018
Co-locating:
- Solartech Indonesia 2018 (ASEAN's Leading Trade Show for Solar Energy & PV Technologies)
- Smart Home +City Indonesia 2018 (Smart IoT Indonesia 2018 & SecureTech Indonesia 2018)
- Powergen & Renewable Energy Indonesia 2018
- Cable & Wire Indonesia 2018
- INATRONiCS 2018 (Component Electronics)
Return to present over 600 exhibitors with bigger scale and more high quality vendors and specific zone:1. Smart Home/Building and City Technologies
2. IoT & Security System
3. Smart Lighting
4. Smart Grid (Solar Energy, Inverter)
2. 
LEDs and Modern LEDs
7. Rechargeable Battery
8. Cable and Electrical Equipment

4. Lighting Equipment and Accessories10. Electronics Component & Testing Equipment
11. Renewable Energy Power Plants Technologies

Smart Home+City Indonesia together with Solartech Indonesia and INALIGHT has proved as the Indonesia’s largest trade show for smart home management system, city management system, smart lighting control system, building management, smart communication system, smart energy and many more.  A fantastic atmosphere and perfect place make this event attended by many professional buyers and give opportunity to explore their market. 

Who Should Visit?

-  Government: Ministries, Regulatory Bodies, Local Authorities
-  IT Professionals (hotel, hospital, factory, banking, etc)
-  System Integrators
-  Security Authority/Regulator
-  Safety & Security Consultants & Managers
-  Transport Operators (Airport, Train and Shipping)
-  Manufacturers / Suppliers / Installers
-  Civil Services
-  EPC (Engineering Procurement Contractors)
-  Building Management and Property Developers
-  Architects & Interior Design-  Publics (Supermall, Building, etc)
-  Manufactures & Producers
Target Buyers: Over 25,000 trade visitors from 30 countries



Visiting at Smart Home+City Indonesia 2018 provides an unrivalled opportunity to meet with your high quality trade only clientele. 

Kamis, 19 April 2018

Matangkan Peta Jalan Vokasi, 6 Sektor Jadi Prioritas

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah terus mematangkan peta jalan pendidikan vokasi guna mendukung perkembangan ekonomi digital disertai dengan revolusi Industri 4.0. Ada enam sektor industri yang diyakini menyerap tenaga kerja terbanyak sebagai prioritas pada penyusunan peta jalan ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Indonesia membutuhkan kompetensi baru bagi tenaga kerja Indonesia sebab dinilai masih menjadi kendala yang dihadapi bagi tenaga kerja Indonesia saat ini.
Tak hanya itu, terdapat ketidakselarasan antara kebutuhan industri yang memerlukan tenaga kerja andal dengan minimnya keahlian para pencari kerja. Selain itu, kurikulum berbasis kompetensi yang selama ini terdapat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pun masih minim.
"Hal ini menyebabkan ketidaksiapan lulusan SMK untuk dapat bersaing dalam dunia kerja. Saat ini, ada enam sektor sebagai motor penggerak ekonomi, yaitu manufaktur, agribisnis, pariwisata, tenaga kesehatan, ekonomi digital, dan pekerja migran," sebutnya, Kamis (19/4/2018).
Menurut Darmin, keenam sektor tersebut dapat banyak menyerap tenaga kerja setiap tahunnya. Penyerapan tenaga kerja secara rinci yakni manufaktur sebesar 575.000 pekerja, agribisnis 195.843 pekerja, pariwisata 3.333 pekerja, tenaga kesehatan 6.018 pekerja, ekonomi digital 5.172 pekerja, dan pekerja migran sebesar 243.265 orang.
Sementara itu, roadmap ini juga telah didukung dengan keluarnya payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
Dia melanjutkan saat ini pemerintah telah mengidentifikasi dua kelompok pekerja yang sedang sangat dicari, yaitu untuk kebutuhan industri elektronik dagang (e-commerce) dan instruktur atau guru bidang vokasi.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhammad Hanif Dhakiri mengungkapkan enam sektor itu juga akan menjadi prioritas dalam penyusunan roadmap. Sementara itu, terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu kualitas, kuantitas, serta persebaran yang harus merata di berbagai daerah.
“Maka peran pemerintah daerah menjadi penting untuk mendukung pelatihan vokasi ini. China itu dahsyat karena ketiga hal tersebut,” tuturnya.
Di samping itu, Hanif menyarankan adanya sertifikasi keahlian di bidang tertentu karena akan membawa manfaat bagi tenaga kerja. Dengan adanya sertifikat keahlian ini, selain meningkatkan kompetensi, nantinya tenaga kerja bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sehingga kualitas hidupnya pun akan jauh lebih baik.

sumber: http://industri.bisnis.com/read/20180419/12/786329/matangkan-peta-jalan-vokasi-6-sektor-jadi-prioritas

Jumat, 13 April 2018

Seminar Cloud Computing : Infrastruktur Ekonomi Digital Indonesia dan Launching Indonesia Cloud Award 2018



Jakarta (10/04)- Universitas Al Azhar Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) dan APTIKOM mengadakan seminar yang bertajuk “Cloud Computing: Infrakstruktur Ekonomi Digital Indonesia” acara yang dibarengi oleh Launching Indonesia Cloud Computing Award 2018 ini dihadiri oleh 4 Keynote Speaker dan 14 Speaker yang pakar dibidangnya. ACCI sendiri merupakan Asosiasi yang berdiri sejak 14 Juni 2017 yang didirikan oleh 21 pendiri, dengan visi menjadi wadah yang mampu menselaraskan perkembangan teknologi cloud computing serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan industri dibidang teknologi informasi. Sedangkan APTIKOM
Acara yang diselengarakan di Auditorium Universtas Al Azhar Indonesia mengundang  Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informasi), Ilham Akbar Habibie (Ketua Tim Pelaksana WANTIKNAS), Ucok Zainal Hasibuan (Ketua Umum APTIKOM) dan Asep Saefudin (Rektor Universitas Al Azhar Indonesia). Selain 4 Keynote Speaker ada 14 Speaker lain yang turut diundang dalam seminar kali ini yang masing masing dibagi menjadi 3 panel diskusi dengan judul yang berbeda.
Diskusi Panel pertama dimulai dengan judul “Regulasi, market, SDM dan Infrakstruktur penunjang Cloud Computing” denganspeaker oleh Azhar Hasyim (Direktur E- Bussines Kominfo), Mevira Munindra (County Head of Consulting IDC), I Made Wiryatama (Dosen & peneliti Universitas Gunadharma), Merza Fachys (Ketua ATSI), Jamalul Izza (Ketua Umum APJII) dan Soegiharto Santoso (Ketua Umum APTIKNAS). Mengutip materi yang diberikan oleh ibu Mevira Murindra bahwa mulai 2018 setiap organisasi lambat laun akan mengadopsi digital-native operating model untuk bersaing dengan bagian terkecil dari global economy. “Multicloud management, multicloudsecurity and cloud at the edge are the key changes in cloud environment in the next 3 years” ujarnya. Khusus Opsi perangkat keras cloud  juga akan berkembang sesuai permintaan dengan XaaSfor AI, IoTsulation dan komputasi yang kompleks.  IDC sendiri kini Fokus pada tahap awal mengembangkan kerangka kerja integrasi terstruktur di seluruh platform cloud untuk mengurangi pengerjaan ulang dan rekayasa ulang proses, serta mempertahankan kelincahan dalam platform IT di perusahaan.
Berlanjut ke Diskusi Panel Kedua mengenai “Layanan Cloud Computing Infrastuktur Ekonomi Digital” dengan speaker Sutedjo Tjahjadi (Managing Director Datacomm Cloud), Noerman Taufik (CEO Indonesia Cloud), Muhammad Bahesti (CTO Dekstop IP), Tony Seno Hartono (National Technology Officer Microsoft Indonesia) dan Fanky Christian (Sekretaris Jendral ACCI). Pada diskusi ini Bapak Noerman taufik menjelaskan beberapa peran indonesian cloud bagi perusahaan maupun individu masyarakat, yaitu Cloud Infrastruktur yang meliputi public, private dan Hybird, Cloud Service, Cyber Security dan Cloud Business Solution. Setelah membicarakan konsep program dan strategi yan digunakan dalam Cloud, diskusi pun berlanjut ke topik praktisi yaitu, bagaimana cloud nantinya akan dijalankan di masyarakat dalam ranah industri, pemerintah, ekonomi maupun pendidikan  dengan judul “Cloud Computing Best Practice” semuanya disajikan dalam Diskusi Panel Ketiga, diskusi ini diisi oleh Kristiono Setyadi (CTO The Jakarta Post), Charles Sitorus (Directur IT PT. Pos Indonesia), Panji Gautama (CTO Kudo), Denny Hermawan (Dosen & Peneliti Universitas Al Azhar Indonesia) dan Totok Sediyantoro (Government Relation ACCI).
Ditutup dengan sesi pertanyaan oleh peserta seminar, semoga acara ini dapat membuka pikiran dan menambah banyak pengetahuan mahasiswa akan perkembangan teknologi masa kini yang semakin maju, terutama dalam bidang IT.






Source: Berita Kampus
source: http://entrepreneur.uai.ac.id/seminar-cloud-computing-infrastruktur-ekonomi-digital-indonesia-dan-launching-indonesia-cloud-award-2018/

Aptiknas Komitmen Dukung Program Smart City dan Industri E-commerce

Aptiknas Komitmen Dukung Program Smart City dan Industri E-commerce
Friday, March 30, 2018       11:32 WIB

Ipotnews - Chairman Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi & Komunikasi Nasional (APTIKNAS), Soegiarto Santoso, menyatakan siap mendukung dalam pengembangan dan pembangunan Smart City seperti yang dicanangkan pemerintah. Berbagai produk teknologi baik dari dalam dan luar negeri siap disuplai untuk mendukung program tersebut.
Hoky, sapaan akrabnya, mengaku telah belajar banyak dari Taiwan yang mampu mewujudkan smart city. Berbagai produk teknologi dari Taiwan sangat layak diadopsi ke Indonesia demi mendukung program smart city. Pihaknya akan menggandeng asosiasi-asosiasi lainnya seperti Asosiasi Sistim Integrator & Sekuriti Indonesia (ASISINDO), Asosiasi Pebisnis OnLine Indonesia ( APOI ) dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia ( ACCI ) untuk mempercepat implementasi smart city.
"APTIKNAS siap bantu wujudkan smart city misalkan di sektor transportasi bisa di sistem pelaporan dan lainnya. Kita juga siap adakan pelatihan kepada masyarakat secara gratis untuk membentuk smart people. Kita tidak hanya ingin smart city tapi smart people juga," kata Hoky kepada Ipotnews, Jumat (30/3).
Ia memastikan, APTIKNAS juga siap mendukung pengembangan industri e-commerce . Menurutnya, sektor usaha berbasis daring ini sangat menjanjikan di masa mendatang. Namun dengan ketiadaan sistem teknologi dan keamanan yang cukup, industri e-commerce cukup rentan terhadap penyelewengan atau tindak kejahatan oleh pihak tertentu.
"E-commerce adalah sebuah kebutuhan artinya kalau ada beberapa departemen store tutup itu karena shifting juga, karena orang belanja dimanjakan dengan e-commerce. Ya kita harus sama-sama menjaga jangan sampai industri ini dikuasai oleh asing. Harus didorong regulasinya, khususnya membantu yang mau masuk di e-commerce," paparnya. (Marjudin)

Sumber : Admin

Kamis, 12 April 2018

Gartner: Global PC shipments fell 1.4% in Q1 2018, 14th straight quarter of decline

The PC market has now been in decline for 14 quarters in a row, according to research firm Gartner. The streak, if you will, dates back to the second quarter of 2012. For Q1 2018, Gartner found PC shipments were down globally year-over-year, while IDC reported they were flat. So far, 2018 doesn’t look like it’s going to be much different from past years.
Gartner and IDC analysts have pointed to a variety of factors as contributing to this past quarter’s decline, including component shortages and a rising bill for materials that translates to higher prices. The only consistent factor every quarter, however, is that the PC simply isn’t as in-demand as it once was.

Gartner

Gartner estimates that worldwide PC shipments fell 1.4 percent to 61.7 million units in Q1 2018. The top six vendors were HP, Lenovo, Dell, Apple, Asus, and Acer. Apple ahead of Asus is a relatively new positioning — Apple only passed Asus in Q4 2017.
As you can see in the chart below, Gartner found that in the top six, only Asus and Acer experienced decreases in PC shipments, but these drops were both larger than competitors’ gains. The rest of the market was actually up 6.6 percent, a rare sight.
The results show that HP and Lenovo are neck and neck, but there’s more here than meets the eye. HP only took back first place from Lenovo a few quarters ago. But HP has been largely on an upward trend, while Lenovo has been slipping, with more quarters of declining shipments than not over the past couple of years. And Dell grew the fastest, eager to blow past both.
“In the first quarter of 2018, there was some inventory carryover from the fourth quarter of 2017,” Gartner principal analyst Mikako Kitagawa said in a statement. “At the same time, vendors were cautious in overstocking due to the upcoming release of new models in the second quarter of 2018 with Intel’s new eighth-generation core processors.”

IDC

IDC estimates worldwide PC shipments were as flat as they could be: 0.0 percent at 60.4 million units in the first quarter. The top five vendors in IDC’s results were HP, Lenovo, Dell, Acer, and Apple. According to IDC, Apple slipped to fifth from fourth place, its position last quarter as well as the same quarter a year ago.
IDC agrees with Gartner that HP was up and that Dell was up more, as well as that Acer was down. But IDC found that Lenovo was flat, and that Apple was down. The remaining smaller companies were also down, which is more believable than Gartner’s findings. The exact numbers, for your perusal:
“The component shortage that initially impacted portions of 2017 led some vendors to stock up inventory to avoid expected component price hikes, and that led to some concerns of excess stock that would be hard to digest in subsequent quarters,” IDC research manager Jay Chou said in a statement. “However, the market is continuing on a resilient path that should see modest commercial momentum through 2020.”

source: https://venturebeat.com/2018/04/11/gartner-global-pc-shipments-fell-1-4-in-q1-2018-14th-straight-quarter-of-decline/

Sabtu, 07 April 2018

APTIKNAS mendukung pengembangan Tech Startup Indonesia

Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) selalu memberikan dukungan untuk tumbuh kembangnya tech startup di Indonesia, demikian diungkapkan Soegiharto Santoso dalam acara talkshow 70 CEO / Founder Startup dalam rangka memecahkan rekor MURI 12 Jam Talkshow terlama.

Startup, khususnya Tech Startup (startup / usaha kecil terkait teknologi) menjadi anggota APTIKNAS. APTIKNAS yang semula sebagian besar bisnis anggotanya ada di industri retail komputer sekarang berkembang. Tidak hanya pengembang software, tapi juga para tech startup masuk menjadi anggota APTIKNAS.

Dengan bergabung menjadi anggota APTIKNAS, para tech startup memiliki kesempatan akses ke berbagai acara dan kegiatan untuk mendukung bisnis mereka.

Berikut adalah salah satu acara yang dilakukan oleh Radio Heartline FM, dimana memiliki fokus acara Startup Channel. Dan dari beberapa tahun ini, anggota APTIKNAS muncul bergantian dalam acara Startup Channel.

Ini merupakan puncak dari Startup Channel dengan melakukan Talkshow 12 jam kepada 70 CEO / Founder dari Startup di Indonesia.


Startup anggota dari APTIKNAS : IreapPOS, Bagiteman.com , MeeberPos, Apps2u.id dan StartSmeUp.id hadir dalam event ini. Digimy , Jasaconnect.com merupakan anggota ACCI yang merupakan Asosiasi pendamping APTIKNAS.


Bapak Soegiharto Santoso (Hoky) dalam acara talkshow


Foto bersama dengan para pembicara Talkshow.

APTIKNAS selalu siap mendukung pengembangan startup khususnya tech startup di Indonesia. Silahkan bergabung dengan APTIKNAS untuk maksimalkan potensi startup anda.







Kamis, 05 April 2018

Talkshow 70 Startup Indonesia

Beberapa anggota APTIKNAS dan ACCI hadir dalam kegiatan Talk Show Radio 70 Startup berikut ini.


Diadakan di Summarecon Mal Serpong Tangerang, pada 7 April 2018. 

Ketum APTIKNAS Soegiharto Santoso dan ACCI Alex Budiyanto akan hadir dalam sesi para tokoh di jam 19-20 WIB.

Silahkan hadir disana.

Artikel: Presiden Jadikan Making Indonesia 4.0 Sebagai Agenda Nasional

Presiden Jadikan Making Indonesia 4.0 Sebagai Agenda Nasional
Pemerintah bergegas menyongsong revolusi industri keempat atau yang dikenal dengan era industri 4.0. Melalui sebuah roadmap atau peta jalan mengenai strategi Indonesia dalam implementasi memasuki Industri 4.0 yang digagas Kementerian Perindustrian dengan nama "Making Indonesia 4.0", pemerintah mengupayakan revitalisasi industri Indonesia secara menyeluruh.

Peta jalan tersebut secara resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo bersamaan dengan pembukaan Indonesia Industrial Summit 2018 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu pagi, 4 April 2018.

Dalam sambutannya di acara tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa revolusi industri 4.0 saat ini sedang mentransformasi dunia. Indonesia, seperti negara-negara lainnya, harus bersiap dan mengantisipasi perubahan besar ini.

"Ada sebuah riset oleh McKinsey Global Institute di tahun 2015 yang mengatakan bahwa Revolusi Industri 4.0 dampaknya akan 3.000 kali lebih dahsyat daripada Revolusi Industri pertama di Abad ke 19. McKinsey mengatakan, kecepatan perubahan ini akan 10 kali lebih cepat dan dampaknya akan 300 kali lebih luas," kata Presiden mengutip data penelitian McKinsey.

Industri 4.0 berbicara tentang implementasi teknologi automasi dan pertukaran data dalam bidang industri. Melalui perubahan ini, sejumlah penelitian menyebut bahwa hal itu dapat menjadi ancaman bagi lapangan kerja. Sebab, tenaga manusia disebut-sebut akan mulai tergantikan oleh robot dan teknologi automasi lainnya.

Kepala Negara memandang bahwa industri 4.0 merupakan fenomena yang harus dihadapi dan juga disambut kedatangannya. Ia percaya bahwa revolusi itu akan menghasilkan perubahan besar bagi tatanan industri di mana Indonesia juga sudah harus bersiap untuk menyongsongnya.

Namun, Presiden tidak begitu saja percaya terhadap kekhawatiran banyak pihak yang memperkirakan revolusi industri ini akan menghilangkan banyak lapangan kerja.

"Saya percaya bahwa Revolusi Industri 4.0 akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan kerja baru daripada jumlah lapangan kerja yang hilang," ujarnya.

Dalam peta jalan "Making Indonesia 4.0" yang telah diluncurkan, pemerintah memiliki agenda untuk mewujudkan pembukaan sepuluh juta lapangan kerja baru di tahun 2030 di mana industri Indonesia pada saat itu diharapkan telah mampu mengimplementasikan industri 4.0 dan bersaing dengan negara-negara lainnya.

"Selain penciptaan lapangan kerja baru, implementasi industri 4.0 di Indonesia harus memastikan pertumbuhan secara inklusif. Pertumbuhan yang juga melibatkan seluruh lapisan ekonomi masyarakat. Tidak hanya usaha besar, tapi juga UMKM di mana ke depannya mereka juga harus dibuat paham dan mudah mengakses teknologi sehingga lebih berdaya saing," ucap Presiden.

Sebagai langkah awal dalam menjalankan peta jalan "Making Indonesia 4.0", pemerintah akan menjadikan lima industri nasional sebagai fokus implementasi industri 4.0 di tahap awal. Kelima industri tersebut ialah makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia.

"Industri ini merupakan tulang punggung dan diharapkan membawa efek ungkit yang besar dalam hal daya saing dan kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia menuju 10 besar ekonomi dunia di 2030," tuturnya.

Bersamaan dengan itu, Presiden Joko Widodo juga menjadikan "Making Indonesia 4.0" sebagai salah satu agenda nasional bangsa Indonesia di mana Kementerian Perindustrian akan menjadi penggerak utama dari agenda tersebut.

"Saya minta kepada kementerian, lembaga lainnya, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha untuk mendukung penuh program ini sesuai tugas dan fungsi masing-masing demi kesuksesan dan kemajuan bangsa yang kita cintai ini," tandasnya.

Ditemui oleh para jurnalis selepas acara, Presiden Joko Widodo dimintai keterangannya soal strategi pemerintah untuk mencegah kekhawatiran soal hilangnya lapangan kerja akibat revolusi industri keempat ini. Menurutnya, masih banyak peluang di bidang industri lain yang mampu menyerap sumber daya manusia dalam jumlah yang sangat besar.

"Kita siapkan (salah satunya) yang namanya 10 Bali baru. Karena dalam situasi apapun yang namanya pekerjaan tangan, kerajinan tangan, dan industri kreatif itu akan menampung lapangan pekerjaan yang tidak sedikit. Artinya ya memang harus kita hadapi. Tidak mungkin kita tidak masuk ke sana. Negara lain masuk sementara kita tidak, ya ditinggal kita," ucapnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Jakarta, 4 April 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Lihat presentasi lengkap terkait materi ini disini :







CLOUD COMPUTING Infrastruktur Ekonomi Digital Indonesia

Bersama ini kami mengundang Bapak / Ibu / Sdr. untuk hadir pada acara seminar: Cloud Computing
Ekonomi Digital Indonesia, bersama Menteri Komunikasi dan Informasi RI (Kominfo), Bapak Rudiantara dan Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Bapak Prof. Asep Saefudin, yang akan diselenggarakan pada:

Hari / Tanggal : Selasa, 10 April 2018
Tempat : Universitas Al Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru,
Kota Jakarta Selatan

Seminar Cloud Computing Ekonomi Digital Indonesia ini diselenggarakan atas kerjasama Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Universitas Al Azhar Indonesia, dan PT. Wahyu Promo Citra.

Seminar ini diselenggarakan dengan tujuan, diantaranya, untuk mensosialisasikan peranan cloud computing dalam pembangunan Indonesia yang memasuki era pembangunan digital dalam pengembangan ekonomi nasional serta berbagai kebijakan pemerintah dalam pembangunan di bidang komunikasi dan informatika, termasuk bidang teknologi digital dan cloud computing di Indonesia. Di samping itu, seminar ini bertujuan memperkenalkan teknologi digital khususnya cloud computing kepada masyarakat, utamanya para mahasiswa dan akademisi.

Mengingat pentingnya acara ini, kami berharap kehadiran Bapak / Ibu / Sdr. dalam acara seminar ini,
dan tidak dikenakan biaya kepesertaan (free of charge). Untuk kepesertaan seminar ini, mohon diisi
formulir kepesertaan di : http://s.id/reservasi


Kami tunggu kehadiran rekan-rekan semua.


Senin, 02 April 2018

Kegiatan Launching Kiosk Kreatif Blok B Tanah Abang

Seiring dengan salah satu target dari APTIKNAS, yaitu membina Digital Agent.  Digital Agent adalah anak-anak milenials kita yang dibina dan dipersiapkan untuk menjadi tenaga muda handal di dunia digital.

Karena sebagian besar pengusaha TIK yang bergabung di dalam APTIKNAS adalah pengusaha retail, maka layanan Digital Agent yang dikembangkan juga untuk mendukung kegiatan retail, dan khususnya e-commerce yang sedang marak saat ini.

Salah satu anggota APTIKNAS, PT Daya Cipta Mandiri Solusi mengembangkan layanan StartSmeUp (www.startsmeup.id) yang merupakan layanan pendampingan UMKM, khususnya dalam penggunaan sosmed dan e-commerce.

Gayung bersambut dari pengelola Blok B Tanah Abang yang tengah mencari mitra untuk membantu para tenant nya memaksimalkan potensi mereka terkait dengan sosial media dan e-commerce. Selain itu juga BUKALAPAK telah hadir memberikan pelatihan untuk para pemilik kiosk, yang sebagian besar adalah pedagang fashion.

Selain itu juga ada PT POS Indonesia yang membuka kiosk khusus untuk membantu para pedagang mengirimkan paket pesanan dari dunia online e-commerce.

Berikut foto kegiatannya.

Bu Bevi selaku Pengelola Blok B Tanah Abang Jakarta

Penyerahan Piagam Kerjasama - Pengelola Blok B Tanah Abang, PT Pos Indonesia, PT Daya Cipta Mandiri Solusi (Startsmeup.id) dan Bank Rakyat Indonesia.

Penyerahan kaos kerja Online Sales Agent ditandai dimulainya layanan StartSmeUp untuk membantu para pemilik kios di Blok B Tanah Abang. Disaksikan oleh Ketum APTIKNAS Bapak Soegiharto Santoso (Hoky)


Lokasi Kiosk Kreatif di Lantai 5 Blok B Tanah Abang


Pemotongan tumpeng tanda dimulainya operasional Kiosk Kreatif kepada penanggung jawab Bpk. Iman.

Kerjasama dan kolaborasi Online Sales Agent antara APTIKNAS (StartsmeUp) - Bank Rakyat Indonesia - BUKALAPAK - PT POS INDONESIA dan PT Samsung Indonesia. Semua bahu membahu membantu UMKM naik kelas dengan TIK.

Fasilitas Komputer - Proyektor di area Kiosk Kreatif

Manekin siap digunakan di salah satu ruangan dalam Kiosk Kreatif.


Dengan adanya Kiosk Kreatif didukung Online Sales Agent maka para pemilik Kiosk di Blok B Tanah Abang siap go online.

Pos Indonesia Bidik Pedagang Online Pasar Tanah Abang

jpnn.comJAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) Regional 4 Jakarta berusaha mendekatkan diri dengan pedagang online di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.


Salah satu caranya dengan membuka loket Sentra Layanan Pos Tanah Abang (SLTA), Senin (2/4).
Loket itu tak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpulnya para pengepak dan pengangkutan logistik, tetapi juga akan berfungsi sebagai pusat informasi layanan lainnya dari Pos Indonesia.
"Kami membuka layanan di Blok B Tanah Abang ini adalah untuk lebih mendekatkan diri kepada para pedagang dan juga melakukan percepatan dalam pengiriman logistik ke seluruh Indonesia," kata Kepala Regional 4 Jakarta PT Pos Indonesia Pupung Purnama usai soft opening Kios Kreatif Tanah Abang.
Menurut Pupung, sebagai salah satu BUMN yang mengabdi untuk negeri, Pos Indonesia terus melakukan transformasi untuk mengikuti perkembangan zaman pada era e-commerce atau perdagangan online.
Meski serba-online, tetapi untuk pengalihan fisik barang hingga kini belum ada satu pun teknologi yang dapat memindahkan barang tanpa menggunakan jasa kargo dan logistik.
"Secanggih apa pun teknologi, hingga kini belum ada pengalihan barang dilakukan secara online. Semuanya masih manual dan menggunakan cara-cara konvensional. Itulah yang melatarbelakangi kami masuk ke Tanah Abang," jelas Pupung.

Loket SLTA Pos Indonesia baru dibuka pada Februari lalu dan hingga Maret perusahaan pelat merah itu telah melayani tiga ribu transaksi 59 pengiriman 59 toko online dari 700 toko yang telah menggunakan e-commrerce.
"Pasarnya masih sangat terbuka. Jumlah pedagang online, kan, terus bertambah. Target kami semua kios menggunakan jasa Pos. Namun, yang terpenting adalah kontinuitas dan volume dari para pedagang," ujar Pupung.
Pihaknya meyakini para pedagang online di Pasar Tanah Abang akan menggunakan jasa dan layanan Pos Indonesia dalam mengirim paket dan kargo ke penjuru tanah air hingga mancanegara.
Apalagi, Pos Indonesia memiliki jaringan kantor yang tersebar di seluruh pelosok nusantara dengan dukungan titik jaringan lebih dari empat ribu kantor pos dan 28 ribu agen.
Sementara itu, Bevi Linawati yang mewakili manajemen Blok B Tanah Abangmengaku akan terus memberikan edukasi dan pembekalan kepada para pedagang tentang pentingnya e-commerce.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memasang wi-fi di dalam gedung mulai lantai dasar hingga lantai lima.
"Hingga kini, dari 4.800 kios, baru 700 pedagang yang melakukan transaksi secara online. Kami menargetkan hingga akhir tahun ini sebanyak dua ribu pedagang akan menggunakan layanan e-commerce," kata Bevi. (jos/jpnn)
SOURCE: https://www.jpnn.com/news/pos-indonesia-bidik-pedagang-online-pasar-tanah-abang