Hadiri IEAE 13-15 Sep 2018

Meningkatkan kerjasama pengusaha Elektronik Appliance anggota APTIKNAS.

Kemajuan TIK Indonesia

Kami sangat mendukung kemajuan dunia TIK Indonesia.

SmartCity menjadi Safe City

APTIKNAS sangat mendukung implementasi Smart City, khususnya terkait Safe City.

Digital Agent

Mendidik dan mengembangkan SDM TIK Indonesia menjadi salah satu tujuan APTIKNAS.

Kekuatan Industri 4.0

APTIKNAS membantu membangun kekuatan industri 4.0.

Minggu, 16 September 2018

Semarak Kegiatan Sharing Potensi Bisnis APTIKNAS 14 Sep 2018

Kegiatan Sharing Potensi Bisnis APTIKNAS yang dilakukan pada tanggal 14 September 2018, di Pre Function Hall D , bersamaan dengan Indonesia Electronic & Smart Appliance Expo (IEAE) 2018.

Apresiasi kepada PERAGA EXPO atas kerjasama yang telah terjalin selama ini dengan APTIKNAS.



Dalam kesempatan ini, hadir beberapa pembicara, menyampaikan beragam topik menarik untuk anggota APTIKNAS.


Ketua Umum APTIKNAS, Soegiharto Santoso membuka kegiatan yang dihadiri 80 orang ini.

Adapun sesi pertama dibawakan oleh Ir. Goenardjoadi Goenawan MM, yang merupakan penulis buku NEW MONEY REVOLUTION.



Sesi kedua diadakan setelah selesai Sholat Jumat, dibawakan terkait program Smart City APTIKNAS dengan topik SAFE CITY. Topik ini dibawakan oleh Andreas Guntoro yang merupakan perwakilan dari PT Prima Inovasi Teknologi.


Sesi berikutnya adalah pemaparan dari aplikasi APP2U, yang diwakilkan oleh Ronaldo.


Berikutnya adalah pemaparan dari GCRCloud yang diwakilkan oleh Bobby.


Sesi berikutnya adalah pemaparan PT Halodata Indonesia, yang semula berkonsentrasi di produk hardware dan merambah ke IT Security sejak 2010, dan dibawakan oleh Arif Budiman Bastian.



Sesi berikutnya adalah pemaparan produk antivirus berbasis cloud dari VAKSINCOM yang dibawakan langsung oleh Alfons.


Dan terakhir adalah sesi The Great Coin, langsung dibawakan Mamat Rohimat, SE, MM.


Di akhir acara, dibagikan door price kepada para peserta.


Dan ditutup dengan foto bersama.


Nantikan acara Sharing Potensi Bisnis APTIKNAS selanjutnya di kota anda.




Sabtu, 15 September 2018

Kemendag Tarik Investor China Investasi di Industri Elektronik

Kemendag Tarik Investor China Investasi di Industri Elektronik

Foto Berita Kemendag Tarik Investor China Investasi di Industri Elektronik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -
Seketaris Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Marthin Simanungkalit mengatakan, peluang investasi untuk industri elektronik dan perlengkapan rumah tangga sangat besar. Pasalnya, kata dia, permintaan produk tersebut di dalam negeri sangat tinggi.
Menurut dia, nilai impor produk elektronik lebih besar 10% ketimbang ekspornya. Artinya, permintaan pasar dalam negeri sangat besar.
"Karena itu, kami mengajak investor asal Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia. Tata niaga untuk ekspor produk elektronik tidak diatur, namun impor diatur. Selain itu, ada pengendalian impor produk yang ada subtitusinya di dalam negeri. Pemerintah sudah mengumumkan menaikan pajak impor," kata dia di Jakarta, Jumat (14/9/2018).
"Impor yang tidak prioritas kami kurangi supaya industri tidak terganggu. Sehingga diharapkan industri dalam negeri dapat bersaing dan memanfaatkan pasar domestik yang cukup besar," imbuhnya.
Hal senada diungkapkan Soegiharto Santoso, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (Aptiknas), untuk menggaet para pengusaha China berinvestasi di dalam negeri. Menurut dia, investor China sudah datang ke Tanah Air dua kali untuk melihat pangsa pasar.
"Tentu kalau potensi pasarnya besar, mereka berani membuka pabrik dan menginvestasikan dananya di sini, sehingga akan membuka peluang kerja dan alih teknologi," terangnya.
Menurut Soegiharto, menghadapi persaingan  produk dari luar negeri semestinya dijadikan mitra, bukan pesaing. Pasalnya mereka memiliki produk, sedangkan Indonesia memiliki pasar.
"Mereka mensuplai produknya, kami memasarkan. Karena kita belum bisa memproduksi teknologi informasi sendiri dan juga  penunjang industri masih minim, jadi mau enggak mau harus jadi mitra terlebih dulu," ujarnya.
Lebih lanjut, Soegiharto menjelaskan, produk lokal saat ini sangat terjepit di tengah persaingan karena kurang pergerakan, seperti Axioo, Advan, dan Xyrex. Mereka mungkin masih ada, tapi kondisi persaingan usahanya agak tertekan.
"Kami berharap dengan pameran ini, vendor-vendor dari China bersedia menginvestasikan untuk membuat industri. Sebagaimana yang disarankan Pak Martin untuk bermitra karena dari sisi industri, kita sangat lemah, ditambah dengan produk IT tertinggal jauh," tambah dia.
Perlu diketahui, Aptiknas memiliki 2.000 anggota yang tersebar di 24 daerah, dari Aceh hingga Papua. Sehingga ajang ini dinilai peluang baik untuk menjembatani para pengusaha China dan pengusaha yang tergabung dalam Aptiknas, terutama dari daerah, untuk bisa bermitra bisnis dengan membangun pabrik di dalam negeri.
Awalnya, asosiasi ini berupa gabungan para pengusaha di bidang komputer, berhubung perkembangan teknologi informasi kian melesat, berkembanglah menjadi asosiasi produk Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK), misalnya CCTV untuk sekuriti.
"Jadi sangat variatif sekali produk kumputer dan internetnya. Semua pengusaha yang bergerak di bidang teknologi informasi bergabung bersama kami," imbuh Soegiharto.
sumber:https://www.wartaekonomi.co.id/read195102/kemendag-tarik-investor-china-investasi-di-industri-elektronik.html

Kamis, 13 September 2018

Kemendag Ajak Investor Tiongkok Investasi di Industri Elektronik


Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan Marthin Simanungkalit, saat melihat produk elektronik yang di pamerkan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/9/2018)
INDOPOS.CO.ID - Seketaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan Marthin Simanungkalit mengatakan peluang investasi untuk industri elektronik dan perlengkapan rumah tangga, sangat besar. Pasalnya kata dia, permintaan produk tersebut di dalam negeri sangat tinggi.
"Nilai ekspor produk elektronik ketimbang impor besaran impornya. Perbandingannya  10 persen lebih besar impor. Itu artinya permintaan pasar dalam negeri sangat besar. Karena itu kami mengajak investor asal Tiongkok untuk berinvestasi di sini," ujar Marthin, ditemui usai membuka acara pameran International Elektronic and Appliciences Expo (IAEA) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/9/2018).
Lebih lanjut Marthin mengatakan untuk ekspor produk elektronik tidak diatur tata niaganya. Namun kalau impor diatur. Selain itu juga ada pengendalian impor produk yang ada subtitusinya di dalam negeri. Pemerintah menurutnya sudah mengumumkan, menaikan pajak impor.
"Impor yang tidak prioritas kita kurangi supaya industri tidak terganggu.  Sehingga diharapkan industri dalam negeri dapat bersaing, dan memanfaatkan pasar domestik yang cukup besar," pungkas Marthin.
Sementara itu, sekitar 250 perusahaan elektronik dan aksesoris, yang sebagian besar berasal dari Tiongkok mengikuti pameran IAEA pada 13-15 September 2018 di JIEXPO Kemayoran.  Sementara itu, Vice Chairman  PT Peraga Nusantara Jaya Sakti, Purwono, mengatakan pihaknya sebagai penyelenggara juga sudah bicara dengan investor Tiongkok terkait peluang bisnis di Indonesia.
"Mereka juga ingin investasi di sini," pungkasnya. (dai)
sumber:https://indopos.co.id/read/2018/09/13/149652/kemendag-ajak-investor-tiongkok-investasi-di-industri-elektronik


Kemendag Rayu Investor Tiongkok Tanamkan Modal Pasar Elektronik


Jakarta, MERDEKANEWS -- Peluang investasi untuk industri elektronik dan perlengkapan rumah tangga, sangat besar. Pasalnya, permintaan produk tersebut di dalam negeri sangat tinggi.

"Nilai ekspor produk elektronik ketimbang impor besaran impornya. Perbandingannya  10 persen lebih besar impor. Itu artinya permintaan pasar dalam negeri sangat besar. Karena itu kami mengajak investor asal Tiongkok untuk berinvestasi di sini," ujar Seketaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan Marthin Simanungkalit usai membuka acara pameran International Elektronic and Appliciences Expo (IAEA) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/9/2018).
Menurutnya, untuk ekspor produk elektronik tidak diatur tata niaganya. Namun kalau impor diatur. Selain itu juga ada pengendalian impor produk yang ada subtitusinya di dalam negeri. Pemerintah menurutnya sudah mengumumkan, menaikan pajak impor.


"Impor yang tidak prioritas kita kurangi supaya industri tidak terganggu.  Sehingga diharapkan industri dalam negeri dapat bersaing, dan memanfaatkan pasar domestik yang cukup besar," kata Marthin.
Sementara itu, sekitar 250 perusahaan elektronik dan aksesoris, yang sebagian besar berasal dari Tiongkok mengikuti pameran IAEA pada 13-15 September 2018 di JIEXPO Kemayoran.  Sementara itu, Vice Chairman  PT Peraga Nusantara Jaya Sakti, Purwono, mengatakan pihaknya sebagai penyelenggara juga sudah bicara dengan investor Tiongkok terkait peluang bisnis di Indonesia. "Mereka juga ingin investasi di sini," pungkasnya. (Hadi Setyono)


Minggu, 09 September 2018

Ikuti Seminar Smart City dan pameran di Taiwan Excellence Day 20-22 Sep 2018

Kegiatan Taiwan Excellence Day kembali akan diadakan di Jakarta, yaitu pada tanggal 20 dan 21 September 2018. Kali ini akan dilangsungkan di Sheraton Hotel, Gandaria City di Ballroom 3, Jakarta Selatan.


Pameran Smart City akan diisi oleh para pakar dan penggiat Smart City. Adapun smart city adalah salah satu fokus APTIKNAS pada tahun ini.

APTIKNAS akan berperan serta dalam Seminar 1 yang diadakan di 20 Sept 2018, jam 14.00 - 17.00. Pastikan kedatangan anda ke seminar tersebut.

Silahkan konfirmasikan kehadiran anda kepada Nurmah 0881-8867333

Adapun daftar perusahaan Taiwan yang ikut, dapat didownload disini

Jumat, 07 September 2018

Nantikan Indonesia Electronic & Appliance Expo (IEAE) 13-15 Sep 2018 di JIEXPO Jakarta

Nantikan Indonesia Electronic & Appliance Expo (IEAE) 13-15 Sep 2018 di JIEXPO Jakarta



Pastikan kedatangan anda pada :
- 13 Sep 2018
   09.00 - 09.30 Pembukaan Pameran
   14.00 - 16.00 Seminar Shundee




- 14 Sep 2018
   Seminar Sharing Potensi Bisnis APTIKNAS
   10.00 pembukaan - Ketum - Program SmartCity - eCommerce - Digital Agent
   10.30 paparan 1 - New Money Revolution 
   11.00 paparan 2 - SAFECITY - Konsep SmartCity APTIKNAS
   11.30 break ISHOMA
   13.30 paparan 3 - Apps2U - Aplikasi Bisnis Anda
   14.15 paparan 4 - www.gcrcloud.com - B2B Cloud
   15.00 break
   15.30 paparan 5 - PT Halodata Indonesia - New Opportunity in IT Security System
    16.00 paparan 6 - TheGreatCoin
    16.30 summary / door price + closing

Selama pameran, kita bisa melakukan Business Meeting dengan terlebih dahulu registrasi di www.ieae.co.id .




Temukan booth-booth dari produk unggulan dari perusahaan China, dan juga booth anggota APTIKNAS yang telah berpartisipasi. Dalam kesempatan ini juga akan berdatangan APTIKNAS dari berbagai daerah. Temukan mereka di lokasi pameran dan seminar.

Silahkan kontak kami apabila memerlukan bantuan.

Nurmah 0881-8867333
Fanky 0812-1057533

'Sukses bersama tentu lebih mulia'

Hormat kami,
Fanky Christian
Ketua APTIKNAS DPD DKI Jakarta

Kamis, 06 September 2018

Sebanyak 250 produsen asal China dan Indonesia akan pamerkan produk elektronik


Merdeka.com - ChaoYu Expo dan Peraga Expo kembali akan menyelenggarakan pameran Business to Business (B2B) produk elektronik dan aksesoris melalui Internasional Electronic & Smart Appliances Expo 2018. Pameran ini akan digelar selama tiga hari pada 13-15 September 2018, di Jakarta International Expo, Kemayoran.

General Manager ChaoYu Expo, Jason Chen mengungkapkan, pameran ini nantinya akan diikuti sebanyak 250 produsen produk elektronik terkemuka dari China dan Indonesia. Pameran yang menempati area seluas 8.000 meter per segi ini pun akan memamerkan sebanyak 25.000 produk elektronik.
Adapun beberapa produk elektronik yang akan dihadirkan yakni, Consumer Electronics, Mobile Phone & Accessories, Computer Network and Acccessories, In-Car Electronics, Security Product & Smart Home, LED & Energy Saving Product, Home Appliances, Electronics Equipment &Components.
"Kesuksesan tahun lalu dan respons positif dari peserta pameran menjadi penyemangat para exhibitor untuk kembali lagi tahun ini untuk memperluas pasar produk mereka di Indonesia. Dari 250 perusahaan mayoritas dari China yakni 80 persen dan 20 persen dari dalam negeri," ungkapnya dalam press conference, di Jakarta, Kamis (6/9).
Jason menyebut, pelaku industri elektronik di China memandang Indonesia sebagai pasar potensial untuk memasarkan produk mereka. Tentu saja, penyelenggaraan ini dapat berjalan berkat dukungan dari pemerintah Indonesia, seperti Kementerian Perdagangan Luar Negeri Indonesia dan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia.
"Bila selama ini banyak perusahaan Indonesia mencari peluang bisnis berkunjung ke Guangdong, China, kali ini para pengusaha Guandong justru yang hadir di Indonesia untuk menjajaki kerjasama bisnis dengan pengusaha Indonesia," ungkapnya.
Dia berharap,pameran ini akan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku dari kedua negara. Dirinya pun menargetkan sebanyak 5.000 pengunjung potensial melakukan transaksi. "Pengunjung potensial dengan usia 20-50 tahun yang umumnya membutuhkan produk elektronik mutakhir dan berpenghasilan tinggi," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), Soegiharto Santoso, mendukung jalannya pameran tersebut. Menurutnya, dengan adanya pameran itu, akan menjadi peluang bagi pelaku industri dalam negeri untuk perkenalkan produk-produknya.
"Kami sangat mendukung pameran ini. Ini tentu saja pameran menarik mereka datang langsung dari Tiangkok . Pameran ini sekalanya internasional dan memiliki potensi untuk mengembangkan bisnis," sebutnya. [idr]
sumber: https://www.merdeka.com/uang/sebanyak-250-produsen-asal-china-dan-indonesia-akan-pamerkan-produk-elektronik.html

Pameran Produk Elektronik Terkini dari Tiongkok Segera Digelar


Kiri ke kanan: Faisal Al Idrus (Founder importir.org), John Manopo, (Ketua Umum APERLINDO), Leo Mo (Project Director Chaoyu-Expo), Sugiharto Santoso (Ketua Umum APTIKNAS) dan Tan Widarno (Ketua Umum ASSISINDO) pada konferensi pers International Electronic & Smart Appliances Expo 2018. ( Foto: ist )


akarta – ChaoYu Expo dan Peraga Expo kembali akan menyelenggarakan pameran B2B (business to business) produk-produk elektronik dan aksesorisnya dengan nama International Electronic & Smart Appliances Expo 2018. Pameran yang akan digelar selama tiga hari pada 13-15 September 2018 di Jakarta International Expo, Kemayoran, ini akan diikuti oleh ratusan produsen-produsen produk elektronik terkemuka di Tiongkok dan Indonesia.
“Pelaku industry elektronik di Tiongkok memandang Indonesia sebagai pasar potensial untuk memasarkan produk mereka. Mereka memanfaatkan peluang pasar tersebut dengan menggelar pameran International Electronic & Smart Appliances 2018 dengan dukungan pemerintah Tiongkok,” ujar Jason Chen, General Manager ChaoYu Expo melalui keterangan tertulis, Kamis (6/9).
“Bila selama ini banyak pengusaha Indonesia yang mencari peluang bisnis berkunjung ke Guangdong. Kali ini, para pengusaha Guangdong justru yang hadir di Indonesia untuk menjajaki kerjasama bisnis dengan pengusaha Indonesia. Jadi kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku industri dari kedua negara,” tambah Jason Chen.
Tahun ini merupakan pameran rutin tahunan memasuki tahun kedua. Kesuksesan tahun lalu dan respons positif dari para peserta pameran menjadi penyemangat para exhibitor untuk kembali lagi tahun ini untuk memperluas pasar produk-produk mereka di Indonesia, bahkan dengan jumlah peserta yang meningkat. Pameran akan diikuti oleh 250 perusahaan dengan mayoritas peserta dari Tiongkok yakni 80%, dan 20 % dari dalam negeri. Para produsen elektronik dan aksesorisnya ini berasal dari provinsi Guangdong.
Guangdong adalah sebuah provinsi yang menjadi zona ekonomi utama Tiongkok meliputi 9 kota industri yakni Guangzhou, Shenzhen, Zhuhai, Foshan, Jiangmen, Dongguan, Zhongshan, Huizhou dan Zhaoqing. Guangdong menyumbang produk domestik bruto terbesar bagi ekonomi Tiongkok.
Menempati area seluas 8,000 m2, lebih dari 25,000 macam produk elektronik akan dipamerkan antara lain meliputi Consumer Electronics, Mobile Phone & Accessories, Computer Network and Accessories, In-Car Electronics, Security Products & Smart Home, LED & Energy Saving Products, Home Appliances, Electronic Equipment & Components, dll.
ChaoYu Expo dan Peraga Expo selaku penyelenggara pameran menargetkan 5,000 pengunjung potensial melakukan transaksi. “Pengunjung potensial dengan usia 20-50 tahun yang umumnya membutuhkan produk elektronik mutakhir dan berpenghasilan tinggi,” ujar Jason Chen.
Pameran International Electronic & Smart Appliances 2018 didukung oleh asosiasi-asosiasi terkait antara lain Aptiknas (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional), Asisindo (Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia), Aperlindo (Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia), Gecc (Guangdong Electronic Chambers of Commerce) & Deia (Dongguan Electronic Industry Association) Tiongkok, serta Kementerian Perdagangan Luar Negeri Indonesia, dan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia.
Selain pameran, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai seminar yang penting untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan seperti seminar yang digelar oleh importer.org dengan tema “Bagaimana Mengimpor Barang dari Tiongkok dengan Mudah”, dan lain-lain.
sumber: beritasatu

Kamis, 30 Agustus 2018

Workshop Cloud Computing (6 - 7 September 2018)


Making Indonesia 4.0 Startup

Hai Sobat Industri di seluruh Indonesia

Satu lagi program dari Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian
Making Indonesia 4.0 Startup

Program ini terdiri dari :
- Workshop Cloud Computing (6 - 7 September 2018)
- Kompetisi Startup



Penasaran?
Cek infonya disini http://imooji.com/stage/v5/2eCnk/7659

Dan kunjungi websitenya www.i4startup.id

Come join us
Industri Kuat, Indonesia Hebat

Senin, 27 Agustus 2018

Kegiatan: Pameran APTIKNAS di Medan

Assalammualaikum Wr. Br, 

Salam Sejahtera untuk kita semua,

Yth. Bpk/Ibu.

Ytth. Bpk/Ibu.

Yth. Bpk & Ibu para tamu undangan serta rekan2 Media yang saya hormati,


Dalam kesempatan yang berbahagia  ini, Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberi kita berkat dan rahmat-Nya tang berlimpah, sehingga kita dapat menyelenggarakan kegiatan Pameran IT , Security & Gaming Show 2018 dari tanggal 27 Agustus sampai dengan 02 September 2018, bertempat di Attrium Plaza Medan Fair ini.


Kami atas nama pengurus dan anggota Asosiasi Pengusaha Teknologi  Informasi dan Komunikasi Nasional atau disingkat dengan APTIKNAS, maupun atas nama Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia disingkat APKOMINDO, sangat senang dan berbangga hati dapat menyelenggarakan pameran tersebut, sebab ini memang merupakan pameran bergensi terkait dengan produk Teknologi Informasi dan Sekuriti bahkan diselenggarkan juga kegiatan Gaming Show, sehingga ini dapat menjadi ajang kegiatan yang lengkap dari menambah wawasan dibidang Teknologi  Informasi dan Sekuriti sistem maupun ajang gaming yang tentunya ada nilai-nilai edukasi maupun entertain nya.

Kebanggaan tersebut perlu kami ungkapkan dan mohon dibantu dipublikasikan oleh teman-teman media, bahwa saya selaku Ketua Umum sampai berusaha untuk hadir terbang dari Jakarta,  sebab dari melihat flyer yang dikirimkan kepada saya serta saat ini melihat peserta maupun melihat spanduk serta backdrop yang ditampilkan oleh pihak panitia, kita semua dapat memahami bahwa dukungan dari para vendor produk-produk TIK maupun dari peserta pengurus organisasi kami ini sungguh luar biasa, untuk itu marilah kita sama-sama memberikan tepuk tangan yang meriah kepada seluruh pihak yang berupaya terlibat untuk menggerakan serta membangkitkan perekonomian di Kota Medan ini melalui penyelenggaraan kegiatan ini.

Bahwa perlu saya sampaikan dengan penuh semangat dan antusiasme baru, APTIKNAS yang sebagian besar pengurus dan anggotanya berangkat dari Asosiasi yang sudah berdiri sejak lama, yaitu sejak 1991 atau telah ada sejak 27 tahun lalu dan telah aktif di dunia TIK (ICT)  di Indonesia, yaitu APKOMINDO, namun dikarenakan adanya perselisihan didalam tubuh organisasi APKOMINDO dan masih dalam proses hukum, maka selain secara resmi tetap menggunakan nama organisasi APKOMINDO, kami juga menggunakan nama organisasi APTIKNAS yang justru lebih luas cakupannya, karena tidak hanya menjangkau pengusaha komputer saja, melainkan seluruh pelaku usaha dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi TIK (ICT), tentunya termasuk Sekuriti Sistem didalamnya.


Bahwa saat ini baik APTIKNAS maupun APKOMINDO telah berada di 24 DPD di seluruh Indonesia dan mempunyai lebih kurang  2.000 anggota, dari Aceh hingga Jayapura dan dengan dukungan semua pihak, maka kami yakin dan percaya pasti akan terus bertumbuh dan berkembang pesat, karena saat ini kami sedang mengembangkan diri bukan hanya sebagai pedagang atau toko  off line biasa, akan tetapi memiliki 3 fokus utama, yaitu; E-commerce, Digital Agency dan Smart City dimana tentu temasuk didalamnya tentang Internet of Things (IoT) serta Artificial intelligence (AI), sehingga kedepannya dapat memberikan solusi dan inovasi untuk Smart City di Indonesia.

Sebab Industri TIK adalah salah satu rencana pengembangan nasional yang sangat penting, dan kami menyambut berbagai jenis kerjasama dari negara-negara di seluruh dunia, sebab Indonesia adalah negara besar dengan populasi lebih dari 260 juta jiwa, dan harus terus mengejar teknologi terbaru agar menjadi salah satu kekuatan kami, serta dari pihak Pemerintah RI juga sangat mendukung terhadap upaya meningkatkan investasi asing untuk bidang TIK.

Kedepannya kami akan segera menjalin kerjasama yang erat dengan Onno Center Internasional yang mempunyai Visi Menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang memiliki wawasan TIK dan menjadikan TIK sebagai wahana kreativitas dan inovasi, Kami juga segera menjalin kerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer untuk melakukan sertifikasi sumber daya manusia pada sektor komputer dan informatika khususnya pada industri perangkat keras dan lunak. 


Karena Kami menyadari, Indonesia memiliki pasar yang sangat besar, dan oleh karena itu, kami membuka diri dengan banyak pihak, dari banyak negara, untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan industri TIK. 

Kegiatan Pameran IT , diselenggarakan oleh Apkomindo Sumut minimal sekali dalam satu Tahun, Pameran kali ini menampilkan Tema dengan wajah yang baru yaitu  IT Security & Gaming Show 2018. Tujuan dari Pameran ini supaya anggota kami yang sebagian besar adalah pelaku usaha dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat luas di kota Medan dan sekitarnya, untuk memperoleh transaksi secara langsung dan mendorong perputaran roda perekonomian, sebab dengan terjadinya transaksi serta penggunakan peralatan teknologi informasi, maka dipastikan akan ada peningkatan efesiensi disegala bidang kehidupan manusia.


Sebagai informasi penting lainnya adalah, bahwa APTIKNAS telah menjalin kerjasama dengan pihak Retyan Computer yang telah menjadi mitra di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah disingkat LKPP,  sehingga para anggota dapat menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan pihak Retyan Computer untuk menjual produk-produknya kepada pihak pemerintah, baik untuk pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, bahkan pihak Retyan Computer mendedikasikan perusahaannya untuk kepentingan anggota APTIKNAS, sehingga hanya mengambil selisih keuntungan yang sangat minim sekali disertai pengembalian restitusi pajaknya, tentu hal tersebut sangat menguntungkan bagi pihak anggota kami.

Kami, dengan segenap jajaran pengurus dan anggota sangat siap mendukung program kegiatan yang berdampak pada edukasi dan peningkatan roda perekonomian di Indonesia sambil terus memberikan dukungan penuh untuk kepentingan anggota kami.



Selamat dan sukses untuk Kegiatan Pameran IT , Security & Gaming Show 2018, semoga kegiatan ini dapat menjadi jembatan sukses untuk kita semua, karena sukses bersama tentu lebih mulia dan lebih bermakna.

Wassalamualaikum wr wb

Terima kasih,

Salam hormat,

                                                      
Ir. Soegiharto Santoso/ Hoky            

Ketum  APTIKNAS & Ketum APKOMINDO