This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 31 Mei 2018

MoU APTIKNAS dengan Del Arrbey Coding and Startup Academy (DACSA)

Penandatanganan MoU APTIKNAS dgn pihak Del Arrbey Coding and Startup Academy (DACSA). Bersamaan dgn di selenggarakannya "NATIONAL CODING & FINTECH CONFERENCE 2018"  di Sopo Del Tower 31 Mei 2018

Acara disaksikan oleh Pak Rudiantara selaku Menkominfo RI.

Tujuan Mou adalah dalam upaya untuk ikut serta memberi kontribusi pada pengembangan ekosistem teknologi digital, khususnya dalam penyediaan SDM trampil berkompetensi teknologi digital.


Bapak Rudiantara, Menteri Kominfo dalam kata sambutannya.



MoU APTIKNAS - DACSA disaksikan Menteri Kominfo





Para peserta Conference menyanyikan lagu Indonesia Raya


Bapak Hoky berfoto bersama


Berfoto bersama dengan peserta



Dalam acara talkshow mengenai peran APTIKNAS dalam dunia edukasi coding dan startup







Rabu, 30 Mei 2018

Lintasarta Dukung Pemerintah Sukseskan Program 100 Kota Smart City


Jakarta -
Lintasarta mendukung pemerintah dalam melakukan pembangunan Smart City di Indonesia melalui program Gerakan Menuju Smart City 100 Kota. Salah satu wujud dukungannya adalah dengan terlibat dalam acara pembukaan Gerakan Menuju 100 Smart City 2018 yang berlangsung Selasa (8/5/2018) di Redtop Hotel, Jakarta.

Acara yang dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara ini dihadiri oleh 50 wali kota dan bupati serta pimpinan kota dan kabupaten terpilih. Acara ini juga melibatkan pelaku industri yang memiliki solusi terkait Smart City.

Lintasarta hadir dan berperan serta sebagai pembicara disesi panel discussion dan seminar terkait Smart City. Selain itu, Lintasarta juga menghadirkan booth yang menampilkan miniatur command center yang dapat memudahkan pemerintah mengamati aktivitas kota melalui aplikasi terintegrasi.

Gerakan Menuju Smart City 100 Kota merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan didukung oleh instansi kementerian lainnya, seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Melalui program ini, kota dan kabupaten terpilih akan mendapatkan bimbingan untuk membuat master plan terkait pembangunan Smart City. Diharapkan pada akhir 2019 akan ada 100 kota/kabupaten di Indonesia yang telah memiliki masterplan pembangunan Smart City.

President Director Lintasarta Arya Damar mengatakan pembangunan Smart City perlu mendapatkan dukungan serta keterlibatan dari seluruh pihak terkait mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, penyedia teknologi hingga developer aplikasi.

"Penerapan Smart City perlu juga didukung dengan adanya master plan dari tingkat nasional hingga turunannya di tingkat masing-masing daerah agar masyarakat mendapat kualitas hidup lebih baik bisa tercapai," ujar Arya.


Menurut Arya, daerah yang sudah melakukan pembangunan Smart City dengan benar bisa menjadi solusi untuk membantu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Untuk mewujudkan konsep ini, Lintasarta memiliki beberapa solusi untuk menyediakan kebutuhan teknologi digital yang memberi manfaat bagi pemerintah dan warganya.

Solusi smart city Lintasarta hadir mulai dari ranah strategis pembentukan masterplan, penyediaan infrastruktur jaringan komunikasi, data center, command center, aplikasi untuk berbagai sektor (pertanian, pariwisata, dan lain-lain) dan kebutuhan, hingga sosialisasi ke masyarakat.

"Targetnya banyak masyarakat yang paham dan menggunakan aplikasi smart city di daerah. Hal ini untuk memastikan manfaatnya diterima langsung oleh masyarakat," kata Arya.

Komitmen Lintasarta adalah menjadi yang terdepan dalam memberikan solusi ICT bagi pelaku industri serta sektor pemerintahan untuk memastikan manfaat besar yang diterima masyarakat Indonesia dalam rangka pembangunan dan kemajuan bangsa.

Lintasarta Smart City menawarkan end-to-end solution dan memberikan kemudahan bagi pemerintah daerah dalam menyediakan kemudahan akses informasi serta pelayanan yang prima bagi masyarakat.

Sumber:
https://news.detik.com/advertorial-news-block/4033131/lintasarta-dukung-pemerintah-sukseskan-program-100-kota-smart-city

Selasa, 29 Mei 2018

Mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 29 Mei 2018


APTIKNAS mendukung Pameran e2eCommerce

Pameran e2eCommerce Indonesia merupakan pameran dan conference yang berfokus kepada ekosistem untuk membantu ekonomi digital Indonesia.

Hal ini sejalan dengan program pemerintah dan misi visi APTIKNAS, dimana salah satunya adalah menjadi mitra terkait dengan e-Commerce, mengembangkan smart city dan membangun sumber daya manusia Digital Agent.

Dengan tema  “Be Digital. Go Global”, pelaksanaan kegiatan pameran dan conference ini kembali didukung oleh Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS).

Ketua Umum APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha TIK Nasional) Bpk. Soegiharto Santoso dan Ketua DPD APTIKNAS DKI Jakarta Bpk. Fanky Christian disertai Ketua Umum ACCI (Asosiasi Cloud Computing Indonesia) Alex Budiyanto dan Bpk. Adrian Sng General manager Singex Exhibition bersama Ibu Hilda Satyadi Project Director PT. Omni eComm Expo menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk e2eCommerce Indonesia 2018.

Kali ini e2eCommerce Indonesia 2018 kembali mengadakan pameran dan konferensi edisi ke 3, Jalinan kerjasama antara asosiasi ini sangat penting dalam mendukung dan membangun ekosistem ekonomi eCommerce di Indonesia.

Untuk pendaftaran dan hadir di acara ini, log on https://www.e2ecommerce-indonesia.com/ daftar dan dapatkan show directory gratis!



Kegiatan pameran akan diadakan pada 17- 18 Oktober 2018, dan diharapkan melibatkan banyak ekosistem ekonomi digital Indonesia. APTIKNAS sendiri akan mendukung melalui keterlibatan pengusaha TIK Nasional dalam membangun SDM untuk Digital Agent.


Sabtu, 26 Mei 2018

APTIKNAS hadir dalam Buka Puasa Bersama Komunitas CCTV ASISINDO AISKINDO

Bertempat di Putri Duyung Ancol, dilakukan Buka Puasa Bersama dari komunitas CCTV yang dikelola oleh ASISINDO dan AISKINDO.

ASISINDO (Asosiasi System Integrator & Sekuriti Indonesia) merupakan sister-association dari APTIKNAS dengan konsentrasi kepada system integrator dan sekuriti system.













Bapak Soegiharto Santoso hadir memberikan kata sambutan dalam acara ini. Salah satu hal yang menarik adalah sebagian besar pengurus ASISINDO juga merupakan pengurus APTIKNAS.



Acara ini didukung oleh para Sponsor Doorprize " BUKA PUASA BERSAMA KOMUNITAS CCTV "

1. Haryanto (cscom)
    • Wireless Pointer = 10 unit

2. Sigit (Restaticpoint)
    • Spy Cam = 2 unit

3. Dist. CCTV (Lintas Cemerlang)
    • DVR hikvision DS-7204 HGHI-F1 = 2 Unit
    • Kamera Hikvision DS-2CE56C0T-IRPF = 2 Unit
    • Kamera Hikvision DS-2CE16C0T-IRP = 2 Unit

4. Hendra (PIT)
    • IP Cam Avtech AVN 80X = 2 unit

5. Sarkim (STS)
    • Kaos Komunitas Sistem Keamanan = 3 pcs

6. Gani (SPC)
   • Power Bank 16000 MAh : 5 Unit
   • HP SPC noah = 1 Unit

7. Deni (Inti Solusindo)
    • HTS32 PABX Panasonic = 1 Unit
    • Kamera UNV = 4 Unit
    • Corles Phone = 1 Unit

8. Tan Widarno (CCTV Grosir)
    • Kamera Endoscope Android = 3 unit

9. Tahir (Jaya Mandiri)
    • Powerbank Wireless + mini pb = 2 set

10. Oriental CCTV
      • Camera Bohlam 2Mp = 5 unit



Rabu, 23 Mei 2018

Ayo datang & ikuti roadshow UKM GO GLOBAL : Raih Untung Dipasar Global


Ayo datang & ikuti roadshow

UKM GO GLOBAL : Raih Untung Dipasar Global

e2eCommerce Indonesia bersama dengan Aptiknas, indonetwork.co.id
Buat Toko Online Dot ID, PickPack akan memberikan edukasi kepada UKM-UKM di 2 kota di Indonesia.

Di setiap kota akan diadakan forum edukasi mengenai industri e-commerce dan ekosistem digital untuk mengembangkan potensi yang dapat diraih oleh wirausahawan UKM untuk meraih untung di pasar global.

FREE ADMISSION | GRATIS! | DOORPRIZE

Bandung 
18 Juli 2018 
GD. Pos Indonesia 
9.00-13.00 WIB

Yogyakarta
8 Agustus 2018
UGM Club
9.00-13.00 WIB

Pendaftaran Hubungi (Benny 0813 5810 1006)

Senin, 14 Mei 2018

Apa Itu Smart City dan Tantangan Penerapannya di Indonesia

Ikhtisar
  • Smart city merupakan wilayah kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari, dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
  • Integrasi teknologi dalam tata kelola kota dimungkinkan berkat keberadaan internet of things, yaitu jaringan perangkat elektronik yang saling terhubung dan mampu mengirim data ataupun melakukan tindak lanjut dengan campur tangan manusia yang minimal.
  • Implementasi smart city di Indonesia sendiri mengalami berbagai kendala, mulai dari infrastruktur penunjang yang belum memadai, kesiapan pemerintah setempat, hingga masyarakat sendiri yang belum mampu memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.

Sebuah kota bisa disebut sebagai kota pintar atau smart city jika sudah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi hingga level tertentu dalam proses tata kelola dan operasional sehari-hari. Integrasi teknologi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, membagikan informasi kepada publik, hingga memperbaiki pelayanan kepada masyarakat ataupun meningkatkan kesejahteraan warga.
Di Indonesia, beberapa kota besar sudah mulai mengadopsi konsep smart city. Sebut saja Jakarta yang memiliki program Jakarta Smart City sejak 2014 lalu. Surabaya juga terus menerapkan inovasi guna menjadi smart city, misalnya dengan menerapkan sistem tilang online bagi pengemudi kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran lalu lintas.
Selain dari pihak pemerintah, pihak swasta juga ikut berpartisipasi membantu mewujudkan konsep smart city di Indonesia. Saat ini ada Matakota yang membantu masyarakat ataupun pemerintah memasukkan beragam informasi seperti kemacetan lalu-lintas, bencana alam, tindak kriminal, maupun informasi anak hilang. Ada juga Qlue yang memungkinkan masyarakat di berbagai kota menyampaikan keluhan terkait kondisi fasilitas umum.

Internet of things dan smart city

Peran internet of things (IoT) dalam mewujudkan konsep smart city sangatlah vital. Perangkat IoT mampu mengirim informasi dan melakukan tindak lanjutmelalui jaringan dengan campur tangan manusia yang minimal, sehingga mampu melakukan beragam fungsi secara otomatis.
Menurut Solution Architect Ericsson Indonesia, Hilman Halim, untuk operasional perangkat IoT hanya memerlukan tiga elemen utama, yakni:
  1. Perangkat fisik,
  2. Jaringan internet, dan
  3. Aplikasi.
Jika tiga elemen ini sudah terpenuhi, maka sejumlah perangkat bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan pengguna.
Implementasi IoT dalam mewujudkan smart city bisa beraneka ragam, dibatasi hanya oleh imajinasi dan kemampuan dari para pengembangnya. Hilman menyebutkan lima contoh penerapan IoT yang lazim ditemui dalam konsep smart city akhir-akhir ini:
  • Smart lighting. Tak hanya bisa diterapkan pada lampu penerangan jalan, namun juga untuk lampu lalu lintas. “Dengan smart lighting, bisa dipantau mana lampu yang sedang rusak. Bisa juga dimatikan atau dinyalakan dari jarak jauh,” jelas Hilman saat ditemui di acara Selular Congress 2018.
  • Smart parking. Solusi ini bisa digunakan warga untuk mempermudah mencari tempat parkir. Pengguna bisa memesan lebih dulu tempat parkir sebelum tiba di lokasi. Di Indonesia, ada beberapa startup yang menyediakan solusi seperti ini seperti Smark Parking dan Parkiran.
  • Waste management. Volume sampah di suatu tempat penampungan bisa dipantau dari jarak jauh. Petugas kebersihan tak perlu mendatangi satu per satu tempat sampah untuk memeriksanya.
  • Connected manhole. Solusi ini berguna untuk memantau temperatur gorong-gorong yang berada di bawah tanah. Karena gorong-gorong tersebut tak hanya berfungsi sebagai saluran air, namun juga untuk menyimpan kabel hingga tempat jalur pipa gas.
  • Smart electricity. Penyedia layanan listrik bisa mengetahui langsung data pemakaian listrik pengguna tanpa harus mengirim petugas untuk memeriksa di tempat.
IoT Smart City | Infografik

Tantangan penerapan smart city di Indonesia

Meski ada banyak pihak yang berusaha mewujudkan smart city, bukan berarti tak ada tantangan untuk mewujudkan konsep tersebut di Indonesia. Salah satu tantangan tersebut adalah harga perangkat yang tinggi dan terbilang sulit diperoleh.
Selain itu, belum semua daerah di Indonesia memiliki infrastruktur yang memadai untuk menunjang pemanfaatan IoT. Menurut Fanky Christian dari DPP Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (Asisindo), pemerintah daerah setempat perlu menyediakan infrastruktur teknologi informasi sebagai langkah awal mewujudkan smart city. Setelah infrastruktur memadai, setiap daerah bisa membuat semacam data center atau command center.
Tantangan lain yang harus dihadapi adalah mempersiapkan masyarakat untuk menerima perubahan ke arah digitalisasi. Hal ini pernah disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, yang menyampaikan pesan bahwa tujuan pengembangan smart city adalah memudahkan pelayanan pada masyarakat.
Karena itu, ketika pihak pemerintah sudah menghadirkan layanan berbasis teknologi informasi, masyarakat pun harus sudah siap memanfaatkannya agar pelayanan yang diberikan bisa maksimal.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun menyampaikan komitmen mereka untuk mendukung pengembangan smart city di Indonesia. Pemerintah pusat bahkan pernah mencanangkan program 100 Smart City yang merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat 514 kabupaten/kota. Dengan jumlah sebanyak itu, maka pengembangan smart city di daerah harus mempertimbangkan penganggaran secara matang apakah mampu bertahan memenuhi kebutuhan anggaran dalam membangun smart city.
Adapun program Menuju 100 Smart City menyasar pemerintah daerah yang telah menyiapkan berbagai infrastruktur teknologi informasi, sumber daya manusia (SDM), serta regulasi yang mengatur kebijakan tersebut. Beberapa contoh pemerintah daerah yang menjadi peserta program ini antara lain Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, dan Kota Solo.
(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)
sumber: https://id.techinasia.com/apa-itu-smart-city-dan-penerapan-di-indonesia

Jumat, 11 Mei 2018

Kegiatan Pameran Smart Home City 3-5 Mei 2018

APTIKNAS bersama dengan ASISINDO dan ACCI kembali mendukung pelaksanaan Pameran Smart Home City 2018 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran pada tanggal 3-5 Mei 2018.

Dalam kesempatan ini, bersama dengan PT GEM Indonesia selaku penyelenggara, dengan Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (APERLINDO), APAMSI Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia, membuka bersama Pameran dengan dihadiri perwakilan dari ESDM.


Setelah pembukaan, sesuai dengan acara, maka ACCI dan APTIKNAS turut mengambil peran dalam seminar yang disediakan.


Dalam kesempatan ketiga, barulah ACCI menyampaikan materi terkait dengan topik Cloud Computing : The infrastructure of smart city. 


Presentasi disampaikan oleh Bapak Fanky Christian, selaku Sekjen ACCI dan sekaligus juga Ketua DPD DKI APTIKNAS. 

Pada kesempatan berikutnya barulah Bapak Soegiharto Santoso selaku Ketua Umum APTIKNAS menyampaikan materi : The Role of APTIKNAS to support Smart City in Indonesia.


Kemudian dilanjutkan dengan panel bersama para pembicara lainnya.



APTIKNAS dan ACCI sangat senang dan bangga bisa mendukung kegiatan pameran ini.










Rabu, 02 Mei 2018

Aptiknas DPD Bogor Evaluasi Program Kerja 2018 Dan Majukan Ekonomi Digital

Heibogor.com – Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional (Aptiknas) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bogor Tahun 2018 mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Salak Tower Hotel, Jalan Salak, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (02/05/18).
Rakeda tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2018 serta menetapkan rencana kegiatan tahun 2018 serta membuat rekomendasi kepada pengurus Aptiknas DPD Bogor. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus Aptiknas DPD Bogor.
“Kami tidak hanya mengurusi bisnis penjualan komputer dan perangkatnya, tapi juga membantu pengembangan startup digital seperti pengembang aplikasi dan software, sistem keamanan, sistem jaringan, CCTV, termasuk yang sedang tren adalah smart city dan smart home,” ujar Ketua DPP Aptiknas, Soegiharto Santoso kepada heibogor.com di sela-sela kegiatan.
Pria yang akrab disapa Hoky itu menambahkan, secara struktur Aptiknas akan cepat berkembang dan menjadi besar karena para pengurus dan anggotanya merupakan para pengusaha yang sebelumnya tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo). Menurut dia, pembentukan Aptiknas diputuskan seusai musyawarah nasional luar biasa dan rapat kerja nasional Apkomindo pada Februari 2017.
Pria yang masih menjabat Ketua Umum Apkomindo itu menjelaskan, proses legalitas Aptiknas sudah selesai dan telah mendapatkan SK KEMEN KUMHAM, pihaknya saat ini sedang menyempurnakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
“Struktur organisasi tidak banyak berubah dari kepengurusan Apkomindo, bahkan bertambah sesuai dengan kebutuhan TIK saat ini, di mana Ketua Umum Aptiknas dijabat saya sendiri,” imbuhnya.

Rakerda Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional (Aptiknas) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bogor Tahun 2018 di Salak Tower Hotel, Jalan Salak, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (02/05/18).
Khusus untuk di wilayah Bogor, dalam Rakerda tersebut membentuk komisi-komisi yang terdiri dari Komisi A Anggaran yang menyusun anggaran dan mengevaluasi rencana kerja dan anggaran DPD Aptiknas Bogor serta membahas mekanisme protap pelaporan anggaran.
Selanjutnya, Komisi B Organisasi yang mengevaluasi organisasi dan keanggotaan Aptiknas DPD Bogor, menyusun konsep struktur organisasi dan keanggotaan Aptiknas membahas mekanisme pendaftaran anggota baru Aptiknas dan database anggota.
Terakhir, Komisi C Kesejahteraan membahas implementasi kegiatan terhadap kesejahteraan anggota Aptiknas.
sumber: http://www.heibogor.com/post/detail/54797/aptiknas-dpd-bogor-evaluasi-program-kerja-2018-dan-majukan-ekonomi-digital

Selasa, 01 Mei 2018

Cloud Computing: Infrastruktur Ekonomi Digital Indonesia - Yogyakarta

Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia  (APTIKOM) dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, mengadakan acara
"Cloud Computing: Infrastruktur Ekonomi Digital Indonesia",

Acara ini akan diselenggarakan pada hari Selasa, 15 Mei 2018 pukul 09.00 - 17.00 WIB bertempat di Auditorium Kampus 2, Gedung Thomas Aquinas, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Babarsari.



Acara ini harapannya bisa memberikan gambaran bagaimana Cloud Computing sebagai Infrastruktur Ekonomi Digital Indonesia dibidang Pendidikan, Perdagangan dan Smart City.

Acara ini akan menghadirkan para pembicara sebagai berikut:

Keynote Speech:

  1. Prof. Dr. Eng Ilham Akbar Habibie* - Executive Chairman Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas)
  2. Prof.  Zainal A. Hasibuan* - Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (APTIKOM)
  3. Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, SH. LL.M* - Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta
  4. Alex Budiyanto* - Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia

Speakers:

  1. Semuel A Pangerapan – Dirjen APTIKA Kemkominfo
  2. Agus F Abdillah – Chief Product & Synergy Officer telkomtelstra
  3. Ted Hilbert - Chief Executive Officer Cloudmatika
  4. Yos Vincenzo - Cloud and Enterprise Business Group Lead Microsoft Indonesia
  5. Leontinus Alpha Edison - Vice Chairman tokopedia
  6. Prof. Dr. Ir. Suhono H. Supangkat - Guru Besar ITB, Penggiat Smart City di Indonesia
  7. Ir. A. Djoko Budiyanto SHR, M.Eng., Ph.D - Group Leader Research of Data Engineering & Information System Universitas Atma Jaya Yogyakarta
  8. Dr. Ridi Ferdiana, S.T., M.T. - Kepala Program Studi Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada

Untuk mengikuti acara ini, silahkan melakukan reservasi lewat http://s.id/uajy


*ACCI merupakan Asosiasi pendamping APTIKNAS yang berkonsentrasi di Cloud Computing.

Senin, 30 April 2018

Aptiknas Komitmen Dukung Program Smart City dan Industri E-commerce

Ipotnews - Chairman Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi & Komunikasi Nasional (APTIKNAS), Soegiarto Santoso, menyatakan siap mendukung dalam pengembangan dan pembangunan Smart City seperti yang dicanangkan pemerintah. Berbagai produk teknologi baik dari dalam dan luar negeri siap disuplai untuk mendukung program tersebut.
Hoky, sapaan akrabnya, mengaku telah belajar banyak dari Taiwan yang mampu mewujudkan smart city. Berbagai produk teknologi dari Taiwan sangat layak diadopsi ke Indonesia demi mendukung program smart city. Pihaknya akan menggandeng asosiasi-asosiasi lainnya seperti Asosiasi Sistim Integrator & Sekuriti Indonesia (ASISINDO), Asosiasi Pebisnis OnLine Indonesia ( APOI ) dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia ( ACCI ) untuk mempercepat implementasi smart city.
"APTIKNAS siap bantu wujudkan smart city misalkan di sektor transportasi bisa di sistem pelaporan dan lainnya. Kita juga siap adakan pelatihan kepada masyarakat secara gratis untuk membentuk smart people. Kita tidak hanya ingin smart city tapi smart people juga," kata Hoky kepada Ipotnews, Jumat (30/3).
Ia memastikan, APTIKNAS juga siap mendukung pengembangan industri e-commerce . Menurutnya, sektor usaha berbasis daring ini sangat menjanjikan di masa mendatang. Namun dengan ketiadaan sistem teknologi dan keamanan yang cukup, industri e-commerce cukup rentan terhadap penyelewengan atau tindak kejahatan oleh pihak tertentu.
"E-commerce adalah sebuah kebutuhan artinya kalau ada beberapa departemen store tutup itu karena shifting juga, karena orang belanja dimanjakan dengan e-commerce. Ya kita harus sama-sama menjaga jangan sampai industri ini dikuasai oleh asing. Harus didorong regulasinya, khususnya membantu yang mau masuk di e-commerce," paparnya. (Marjudin)

Sumber : Admin