Sabtu, 14 Juli 2018

Program Nasional, Pesantren Programmer Dirintis dari Yogyakarta

Bernas.id -  Alex Budiyanto, sebagai chairman Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) menyebut bahwa Pesantren Programmer Al Qodir diinisiasi oleh ACCI. “Sebenarnya, Pesantren Programmer inisiasi dari ACCI. Kita kebetulan banyak kerjasama sama beberapa kampus yang sudah MoU dengan ACCI. Kemudian, dari MoU itu salah satu poinnya pemberdayaan masyarakat,”katanya di sela-sela kegiatan Launching Program Nasional Pesantren Programmer, Cangkringan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu 11 Juli 2018.

“Dengan konsern kita terkait SDM TIK di Indonesia yang jumlah dan kualitasnya kurang. Kita coba dengan kampus-kampus yang sudah MoU sama kita, kita bikin program bagaimana kita memberdayakan masyarakat untuk belajar terkait TIK, khususnya tentang programming yang kita inisiasi dengan nama Pesantren Programmer.” Imbuhnya.
Dikatakan Alex, ACCI lalu mencari pondok pesantren yang mau diajak kerjasama. “Kita mencari pondok pesantren yang mau diajak kerjasama, kebetulan Al Qodir salah satu yang mau diajak kerjasama dan pertama kali. Harapannya, karena kita dari industri, kita tahu apa kebutuhan industri dan dari kebutuhan industri itu, bisa definisikan ini lho yang harusnya dipelajari pesantren sehingga nanti pesantren-pesantren tersebut bisa belajar mengenai hal tersebut yang pada akhirnya setelah nanti belajar, kita bantu untuk bisa ke industri,” bebernya.
“Kita akan bantu untuk mendefinisikan kurikulum dan pembelajarannya akan seperti. Kalau kita ngomong tentang dunia industri TIK di Indonesia, saat ini mereka semuanya sangat konsern terhadap jumlah programmer di Indonesia yang kurang sekali,” tambahnya.
Alasan memilih pesantren, Alex menyebut tentang jumlah para santri-santri di Indonesia yang banyak. “Mereka itu kalau di pesantren, salah satunya sudah punya pendidikan agama yang bagus. Mereka memiliki moral yang bagus karena sudah dididik di pesantren. Nah ketika moral sudah bagus, pembelajaran IT itu tidak susah, harapannya menjadi hasil yang lebih bagus,” ujarnya.
Sementara itu, Soegiharto Santoso, chairman APTIKNAS, menyebut pentingnya pendidikan teknologi informasi untuk para santri. “Kalau di pesantren pembelajarannya memang agama, tentu itu sebagai sebuah dasar yang sangat penting untuk anak, tapi kita juga melihat potensinya sangat besar dengan dibekali pendidikan teknologi,” katanya.
Dikatakan Soegiharto, segala lini kehidupan kini berbasis tekonologi informasi. ”Karena sekarang semua kan apapun bidang usahanya, apapun kehidupannya baik itu kesehatan, ekonomi, bisnis, maupun pendidikan, semua itu berbasiskan teknologi informasi apalagi rata-rata kan pegang gadget. Kita dari bidang teknologi informasi ingin memberikan kontribusi dari sisi program. Jadi, ini sesuatu yang baik, yang dimulai dari Pesantren Al Qodir, nanti kita bisa duplikasi ke tempat-tempat lain. Diimbau juga bagi mereka yang sudah mendapatkan pendidikan harus ditularkan juga,” ucapnya. (Jat)
sumber: https://www.bernas.id/64125-program-nasional-pesantren-programmer-dirintis-dari-yogyakarta.html

0 komentar:

Posting Komentar