• Breaking News

    Indonesia Procurement Club (IPC) Selenggarakan Bedah Bisnis Prospek Pengadaan Barang Dan Jasa Tahun Anggaran 2019 Melalui E-Commerce


    Hadir Dalam Diskusi Kopi Sore, dari kiri ke kanan : Kepala Seksi Pengembangan dan Fasilitas Platform Perdagangan, Kominfo RI (Puti Adella Elvina), Moderator (Ipank), Ketua Umum IAPI (Ikak Patriastomo), Kasubid Pengembangan Katalog LKPP (Dwi Satrianto) dan Ketua Umum IPC (Giri)
    BeritaPengadaan.com – Jakarta (25/10). Indonesia Procurement Club (IPC) bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI), Kementrian Komunikasi dan Informasi RI selenggarakan ngopi sore bedah bisnis terkait prospek pengadaan barang dan jasa pemerintah tahun anggaran 2019 melalui E-commerce di Aston at Kuningan Suites, Jakarta pada Selasa (24/10).
    Hadir Ketua Umum IPC (Giri), Ketua Umum IAPI (Ikak Patriastomo), Kasubid Pengembangan E-Katalog LKPP,(Dwi Satrianto), Pengembangan dan Fasilitas Platform Perdagangan KOMINFO RI (Puti Adella Elvina), Direktur Eksekutif S Gunadharma dan pengamat pengadaan, Zaidin Zaiti). Diikuti sejumlah pelaku E-commerce.

    Suasana saat peserta kopi sore IPC di Aston at kuningan suites di Jakarta pada Selasa (24/10)
    Saat membuka kegiatan ngopi sore, disampaikan Giri, selaku Ketua Umum IPC, kegiatan tersebut diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan para pelaku E Commerce Tahun Anggaran 2019.
    “Ke depan, IPC akan melaksanakan pelatihan khusus pengadaaan barang dan jasa, sehingga semua pelaku usaha di harapkan dapat bergabung dengan IPC,” tandas Giri.
    Disampaikan Ketua Umum IAPI dalam diskusi tersebut, Ikak Patriastomo, masih banyak para  pelaku pengadaan barang dan jasa  masih mengandalkan proses lelang tender. Proses tersebut menurut Ikak tidak lagi efektif jika ketersediaan barang dan jasa yang dibutuhkan ada dalam marketplace E-Katalog. Perkembangan teknologi yang pesat dapat memberikan kesempatan pembelian barang yang lebih sesuai  kebutuhan. “lanjut Ikak.
    Sementara menurut Kasubid Pengembangan E-Katalog LKPP, proses pengadaan barang dan jasa melalui E-Katalog lebih menjamin kondisi produk sesuai ketentuan pasar.

    Foto bersama peserta diskusi kopi sore IPC usai acara.
    E-Katalog dapat mencegah penyimpangan resiko pengadaan barang dan jasa dari sisi kualitas produk,“papar Dwi Satrianto.
    Tak kalah menarik apa yang disampaikan Puti Adella Elvina selaku pelaku Pengembangan dan Fasilitas Platform Perdagangan KOMINFO RI,  untuk memaksimalkan potensi start up dan pelalu E-Commerce pendatang baru untuk lebih aktif dan inovatif mengembangkan kebutuhan platform digital untuk kebutuhan pengadaan barang jasa pemerintah. Hal senada juga disampaikan beberapa pelaku E-Commerce yang belum terdaftar dalam pelayanan E-Katalog LKPP yang hadir dalam kegiatan tersebut , bahwa pihaknya sangat berharap, platform online shop yang dikelolalanya dapat berbasis sesuai ketentuan LKPP, sela Ardy, perwakilan online shop Sophee yang dikelola PT Sophee Internasional Indonesia.
    Sebagai penutup kegiatan, Gunadarma selaku Direktur Eksekutif IPC menyarankan bagi  para pelaku usaha E-Commerce untuk lebih aktif mempersiapkan kemampuannya dalam tantangan dan prospek kegiatan pemerintah Tahun Anggaran 2019. Para peserta disarankan untuk dapat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan IPC secara rutin, termasuk agenda Indonesia Procurement Summit 2018, 3-5 Desember 2018, bertempat di Jatim Expo, Jawa Timur. Menurut Guna, kegiatan tersebut akan  mempertemukan para pelaku usaha dengan para kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen dalam bentuk temu bisnis dan eksibisi potesi barang dan jasa (BP//Achin).
    sumber: https://beritapengadaan.com/e-commerce/indonesi-procurement-club-selenggarakan-bedah-bisni-pengadaan-barang-jasa-melalui-commerce/

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728